Belum Banyak Berperan Layani Informasi, PPID Pembantu Diminta Bekerja Optimal

Kabupaten Bima, Kahaba.- Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Pembantu tiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Bima telah dibentuk sejak tahun 2013 lalu. Namun, sejauh ini keberadaan PPID belum banyak berperan untuk memenuhi kebutuhan informasi masyarakat. (Baca. Peroleh Informasi di BPKAD, Sulitnya Minta Ampun)

Pejabat PPID Kabupaten Bima, Muslimin. Foto: Ady

“Makanya kami minta, PPID tiap OPD yang sudah terbentuk bisa bekerja optimal agar kebutuhan informasi publik bisa terpenuhi dengan baik,” kata Pejabat PPID Kabupaten Bima, Muslimin pada Selasa (12/12).

Semangat UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik menurutnya, harus dipahami dengan baik oleh semua pejabat PPID. Jangan sampai karena ketidakpahaman semua informasi dianggap rahasia sehingga dijadikan alasan tidak dibuka ke publik.

“Kita sudah bagikan semua buku saku himpunan peraturan tentang keterbukaan informasi publik kepada pejabat PPID pembantu. Kalau dibaca, disitu sudah tertera mana saja informasi pengecualian,” jelas Muslimin.

Sekretaris ditiap OPD lanjutnya, otomatis menjadi Ketua PPID. Idealnya OPD itu secara berkalan mendisrtibusikan infromasi dan dokumentasi ke PPID sehingga ketika publik butuh informasi tidak perlu lagi kesana-kemari mencari Kepala OPD atau pejabat teknis.

“PPID itu berperan sebagai humas. Sebenarnya mereka sudah sangat paham tugas dan peran PPID Pembantu, tinggal bagaimana aplikasinya di lapangan ditingkatkan,” kata dia.

Dalam rangka meningatkan kapasitas dan kemampuan PPID Pembantu di tiap OPD, pihaknya berencana mengagendakan pertemuan khusus. Tujuannya agar PPID Pembantu tidak ragu-ragu lagi memberikan informasi kepada masyarakat sepanjang itu informasi publik yang dikecualikan.

Disinggung soal media yang mencari informasi tiap hari, Muslimin berharap PPID Pembantu bersinergi dengan baik. Sebab kehadiran media selama ini cukup banyak membantu tugas pemerintah untuk ikut menyoalisasikan program dan kegiatan ke seluruh masyarakat.

“Pemerintah dengan keterbatasan personil dan waktu kadang tidak bisa mendatangi semua masyarakat menjelaskan. Media inilah yang menjadi jembatan pemerintah, untuk menyampaikan informasi, kebijakan, harapan-harapan dan agenda pembangunan,” tambahnya.

*Kahaba-03

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *