Pekerjaan Tidak Sesuai Spek, Proyek Pengendalian DAS dan Hutan Lindung di Wawo Disorot Warga

Kabupaten Bima, Kahaba.- Proyek pengendalian Daerah Aliran Sungai (DAS) dan hutan lindung yang dikerjakan pihak ketiga di Desa Raba Kecamatan Wawo diduga bermasalah. Pasalnya, pekerjaan itu dilaksanakan tidak sesuai dengan perencanaan.

Pekerjaan dengan anyaman manual di Desa Raba. Foto: Firman

Pada pekerjaan itu, bronjong yang harusnya diproduksi oleh pabrik, justru dilaksanakan secara manual dan dikerjakan oleh tangan manusia.

Nurdin masyarakat setempat menyorot, ada 3 titik pelaksanaan proyek itu di Kecamatan Wawo, masing – masing berada Desa Tarlawi, Desa Maria Utara dan Desa Raba. Namun dari 3 titik itu, ada perbedaan dalam pelaksanaanya.

“Di Desa Tarlawi dan Dusun Kawae Maria Utara dilaksanakan dengan bronjong yang diproduksi pabrik, sementara untuk satu titik di Desa Raba justru dikerjakana secara manual,” ungkapnya, baru baru ini.

Nurdin mengaku pernah menanyakan hal ini kepada konsultan perencana, dan dijawab bronjongnya harus dilaksanakan dengan bronjong pabrikasi.

“Proyek itu dikerjakan CV Permata Hijau. Info ini kami peroleh dari konsultan,” sebutnya.

Sementara itu, pemilik CV Permata Hijau Arif Nurjaya membantah proyek yang disorot warga itu proyek yang dikerjakannya. Karena pekerjaannya menggunakan material dari pabrik.

“Kerjaan siapa yang punya saya tidak tahu, karena lokasi pekerjaan saya itu di Tarlawi dan Ntori,” elaknya.

Ia mengaku, pekerjaannya memang belum selesai. Tapi sejumlah barang dari pabrik sudah ada dan belum dipasang.

Arif juga menjelaskan, ketentuannya dalam pelaksanaan kegiatan DAM Penahan itu tidak disebutkan apakah menggunakan material pabrik atau dikerjakan secara manual. Yang terpenting memenuhi spek, karena kekuatannya sama.

“Masyarakat setempat kalau mampu mengerjakan seperti spek justru dapat memberikan keuntungan bagi masyarakat,” paparnya.

*Kahaba-08

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *