35 Orang Daftar Relasi, 15 Orang Diumumkan Akhir Februari

Kota Bima, Kahaba.- Komisioner KPU Kota Bima Agus Salim menyebutkan sebanyak 35 orang yang telah mendaftar untuk menjadi anggota Relawan Demokrasi (Relasi). Dari jumlah itu, sebanyak 15 orang diambil untuk menjadi anggota Relasi.

Komisioner KPU Kota Bima Agus Salim. Foto: Bin

“Besok seleksi wawancara, lalu tanggal 28 Februari 2018 diumumkan 15 orang yang lolos. Untuk pelantikan dan pembekalan direncanakan pada pekan pertama bulan Maret,” tuturnya, Senin (26/2).

Kata Agus, dari 15 orang yang terpilih tersebut. Pihaknya mengasumsikan sebanyak 3 orang dibagi per kecamatan. Pembagian anggota Relasi berdasarkan segmentasi. Seperti segmen pemilih pemula, segmen perempuan, segmen keagamaan, segmen kelompok pinggiran dan segmen penyandang disabilitas.

“Tugas mereka nanti mitra KPU. Melakukan sosialisasi dalam rangka peningkatan partisipasi pemilih pada Pilkada Kota Bima 2018,” jelasnya.

Saat pembekalan nanti sambung Agus, anggota Relasi akan diberikan penjelasan soal demokrasi, pemilu dan partisipasi, pemahaman tentang tahapan strategis dalam pemilihan walikota dan wakil walikota serta materi lain yang dianggap relevan.

Kemudian untuk pola sosialisasi Relasi, dilakukan dengan sistem jemput bola dengan mendatangi warga yang sedang berkumpul dan duduk santai. Bisa juga dalam bentuk simulasi dan diskusi kecil dalam kelompok.

“Sekarang ini juga ada pola sosialisasi berbasis keluarga, kumpulkan keluarga dan memberitahu tentang Pemilu,” terangnya.

Agus menambahkan, anggota Relasi tidak boleh berpihak ke salah satu pasangan calon. Juga tidak masuk dalam partai politik dan bukan bagian dari penyelenggara pemilu, seperti PPK dan PPS.

“Kita berharap dengan adanya Relasi, angka partisipasi meningkat dari pemilu sebelumnya,” harap mantan wartawan itu.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *