Dewi Yulianti Ditunjuk Jadi Pejabat Sementara Kades Ncandi

Kabupaten Bima, Kahaba.- Kasi Pemerintahan Kantor Kecamatan Madapangga Dewi Yuliati dilantik sebagai pejabat sementara Kepala Desa Ncandi, menggantikan kepala desa setempat M Said H Mansyur yang telah berakhir masa jabatannya, Senin (10/9).

Pelantikan Dewi Yulianti menjadi pejabat sementara Kades Ncandi. Foto: Yadien

Kepala DPMDes Andi Sirajudin dalam sambutannya menyampaikan, pejabat sementara yang telah dilantik agar dapat mengemban dan menjalankan amanat dengan baik. Amanat tersebut harus bisa dipandang sebagai tanggungjawab untuk membangun dan memajukan desa.

“Jadikan kesempatan tersebut untuk mengabdi dan membangun desa,” ujarnya saat acara pelantikan dan serah terima jabatan di aula kantor Camat Madapangga.

Kata Andi, seperti desa-desa yang lain di Kecamatan Madapangga, Desa Ncandi masih memiliki anggaran dana desa tahap ketiga tahun 2018 yang belum dicairkan. Untuk itu, diharapkan kepada pejabat sementara kedua desa tersebut agar segera menyusun laporan agar bisa mengajukan pencairan dana desa tahap ketiga tahun 2018.

“Masih ada satu tahap anggaran 2018 yang belum cair, segera buat laporan dan ajukan pencairan,” sarannya.

Ia juga mengimbau, pejabat sementara yang telah dilantik dalam menjalankan tugasnya nanti akan menemukan banyak problem. Untuk itu, agar mencarikan solusi dari permasalahan dengan dibicarakan baik-baik.

“Tidak ada masalah yang tidak bisa ditemukan solusinya, asal kita komunikasikan dengan baik,” imbaunya.

Camat Madapangga, Muhammad Safi’i menyampaikan terimakasih yang tak terhingga kepada Kepala Desa Ncandi Demosioner yang telah berjasa membangun desa selama masa jabatanya. Ucapan selamat juga disampaikan kepada Penjabat Kepala Desa Ncandi yang sudah dilantik.

“Amanat ini tolong diemban dan dijalankan dengan baik,” pesannya.

*Kahaba-10

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *