Warga Matakando Butuh Suntikan Modal Bakulan dan Tenun

Kota Bima, Kahaba.- Permintaan modal untuk usaha bakulan selalu disampaikan warga Kota Bima, tiap kali reses digelar anggota dewan. Seperti di Kelurahan Matakando, Sabtu (13/10), reses bersama dengan warga Kelurahan Santi  itu, harapan yang sama juga dikemukakan oleh warga setempat.

Anggota DPRD Kota Bima Dapil II Reses di Kelurahan Matakando. Foto: Eric

Ketua Karang Taruna Kelurahan Matakando Abdul Haris memanfaatkan pertemuan rutin legislatif tersebut dengan menyampaikan kembali keinginan tersebut. Sebab, sudah lama sekali pemerintah tidak pernah memberikan bantuan untuk modal usaha bakulan dan tenun.

“Sebagain besar ibu rumah tangga di Matakando berprofesi sebagai pedagang bakulan dan juga usaha tenun. Mereka butuh perhatian dan bantuan dana dari pemerintah,” katanya.

Suntikan modal itu menurutnya akan sangat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya ibu – ibu yang ekonomi pas – pasan. Dari pada setiap hari harus berurusan dengan rentenir, yang lebih banyak menyiksa masyarakat. Lebih baik pemerintah membantu untuk melancarkan usaha mereka, tanpa beban dan tanggungan kepada lintah darat.

Warga yang lain, Hasan menyampaikan aspirasi agar pemerintah membebaskan tanah yayasan seluas 35 are. Karena selama ini di Matakando tidak memiliki tempat untuk kegiatan sosial kemasyarakatan.

Menjawab aspirasi masyarakat tersebut, Wakil Ketua DPRD Kota Bima Alfian Indra Wirawan menyampaikan, dirinya bersama 10 anggota dewan lainnya akan memperjuangkan aspirasi tersebut. Soal pembebasan lahan, tentu membutuhkan proses dan prosedur. Untuk itu terlebih dahulu akan menyampaikan kepada kepala daerah.

“Ini akan menjadi catatan poin pertama yang akan disampaikan ketika beliau kembali dari jakarta,” tegasnya.

Sementara menanggapi dana stimulan untuk bakulan dan usaha tenun, dirinya bersama wakil rakyat lainnya telah siap membantu kebutuhan masyarakat. Apalagi di tahun 2018 ini Walikota dan Wakil Walikota Bima terpilih HM Lutfi dan Feri Sofiyan, memiliki program untuk meningkatkan usaha kecil menengah serta peningkatan pelayanan publik.

“Program peningkatan perekonomian melaui usaha bakulan dan tenun itu sudah ada dalam visi dan misi beliau berdua. Inshaa Allah dapat diwujudkan dalam APBD 2019 kedepan, karena telah dikucurkan dana lebih dari Rp 4 miliar,” ungkapnya.

*Kahaba-04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *