Wawali Ungkap Hutan di Perbatasan Sudah Dibabat Habis

Kota Bima, Kahaba.-  Wakil Walikota (Wawali) Bima Feri Sofiyan mengungkapkan jika saat ini kondisi hutan di perbatasan Kota Bima dan Kabupaten Bima sudah sangat memperihatinkan. Semua sudah dibabat habis dan mengancam kelangsungan hidup.

Wakil Walikota (Wawali) Bima Feri Sofiyan. Foto: Bin

“Kita sudah turun mengecek kondisi hutan di perbatasan. Baik itu hutan tutupan, maupun milik masyarakat. Semuanya sudah habis dibabat,” ungkapnya saat menyampaikan sambutan pada acara pengukuhan Ketua RT, RW, LPM, Karang Taruna dan PKK Kelurahan Jatibaru Timur dan Ule di Aula Kantor Camat Asakota, Selasa (30/10).

Terhadap kondisi hutan yang sudah gundul itu, Wawali mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Bima, untuk hati – hati jika musim hujan sudah tiba. Karena tidak menutup kemungkinan akan kembali datangnya banjir dan menghantui masyarakat, bahkan mungkin akan jauh lebih besar.

“Karena memang kondisi hutan sudah dibabat habis di wilayah perbatasan. Banjir kembali jadi ancaman serius,” katanya

Menurut Feri, memang harus disadari bersama. Sejak pengalihan tugas dan fungsi Dinas Kehutanan menjadi tanggungjawab Pemerintah Provinsi NTB, daerah tidak bisa berbuat apa – apa. Dampak dari kebijakan itu, masyarakat begitu leluasa dan bebas membabat hutan yang ada. Baik itu hutan tutupan maupun hutan masyarakat.

“Semua jadi sasaran bencana akibat ulah oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab,” tegasnya.

Oleh karena demikian sambungnya, ia mengajak semua masyarakat Kota Bima untuk meminimalisir sedini mungkin kehadiran bencana. Dari hal yang terkecil saja. Mulai tidak lagi membuang sampah disembarang tempat, khususnya di sungai dan drainase. Karena itu akan memberikan kontribusi yang cukup besar untuk hadirnya bencana banjir.

“Mari kita jaga lingkungan masing – masing, jaga kebersihannya. Kalau bukan kita siapa lagi, jangan sampai semua urusan ini dibebankan kepada pemerintah,” ajaknya.

Kepada Ketua RT dan RW juga diminta untuk bisa berperan aktif. Sebagai ujung tombak di tingkat kelurahan bisa mengontrol kebiasaan buruk masyarakat yang membuang sampah di sungai dan drainase.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

  1. Abu

    Di harapkan ada penanaman kembali atau penghijauan kembali hutan hutan yg gundul tersebut. Dan di buat hukum yg bijak dan tegas agar tidak terjadi penebangan kayu sembarangan. Apa lagi untuk tumbuh menjadi sebuah pohon besar perlu waktu belasan tahun sementara di babat hanya beberapa menit. Mari kita hijaukan kembali hutan kita kota dan kabupaten bima ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *