Warga Wawo Tolak Alfamart, Lokasi Pembangunannya Disegel

Kabupaten Bima, Kahaba.- Puluhan masyarakat dan mahasiswa yang menamakan diri Aliansi Masyarakat dan Mahasiswa (AMM) Peduli menggelar aksi demonstrasi di Kantor Desa Maria dan Kantor Camat Wawo, Kamis (8/11). Mereka menolak rencana masuknya Alfamart di wilayah setempat.

AMM saat menggelar aksi tolak Alfamart di Kantor Camat Wawo. Foto: Firman

Sebelumnya mendatangi kedua lokasi aksi, peserta aksi melakukan konvoi dari ujung Ntori ke ujung Raba, sambil berorasi secara bergantian menolak kehadiran retail nasional tersebut.

Korlap aksi Mahmudin menyorot, pemberian izin terhadap Alfamart beroperasi di Kecamatan Wawo menciderai hati dan perasaan masyarakat Wawo, terutama pedagang kecil.

“Toko dan kios kecil pasti akan tersisih, padahal usaha ini penopang ekonomi keluarga,” ungkapnya.

Pada sisi regulasi, dia juga menilai pembangunan Alfamart di Desa Maria Kecamatan Wawo ini melangar Perpres Nomor 112 Tahun 2007. Jarak minimarket dengan pedagang kecil atau tradisional minimal satu kilo.

“Rencana penempatan Alfamart di Wawo jaraknya sekitar 300 meter, tapi diberikan izin,” sorotnya.

Terhadap persoalan itu sambung Mahmudin, pihaknya mendesak Bupati Bima agar mencabut izin tersebut. Karena prosesnya tidak benar, sosilisasi tidak pernah dilakukan dengan masyarakat.

Warga Wawo memasang spanduk penolakan Alfamart sebagai bentuk penyegelan lokasi pembangunannya. Foto: Firman

“Izin itu kenapa bisa diterbitkan,” katanya dengan nada keheranan.

Perwakilan Pemerintah Kabupaten Bima dan Camat Wawo yang mencoba memberikan penjelasan kepada peserta aksi, tidak mendapati kata sepakat. Sehingga massa aksi mendatangi tempat pembangunan Alfamart dan melakukan penyegelan, setelah ini masa aksi membubarkan diri.

Sementara itu, sehari sebelum aksi ini berlangsung, penolakan pembangunan Alfamart di Kecamatan Wawo terus dilakukan. Sepert pemasangan spanduk di 2 titik. Titik pertama di lokasi pembangunan Alfamart dan ujung Desa Ntori. Sikap itu dilakukan gabungan pedagang kios kecil dan tradisional di Kecamatan Wawo.

*Kahaba-08

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *