Tiga Bulan Dana Cair, Masjid Al Muwahiddin Belum ada Perubahan

Kota Bima, Kahaba.- Sejak Pemerintah Kota Bima menyerahkan bantuan dana hibah senilai Rp 1 Miliar awal bulan April lalu, hingga saat tidak terlihat ada aktifitas dan perubahan fisik dari Masjid Raya Al Muwahidin.

Kondisi Masjid Al Muwahiddin Bima. Foto: ngguwumbojo.blogspot.com

Kondisi Masjid Al Muwahiddin Bima. Foto: ngguwumbojo.blogspot.com

Padahal bila dilanjutkan pembangunannya, waktu tiga bulan tersebut akan cukup banyak perubahan. Namun, panitia pembangunan Masjid pun belum bergerak dan memanfaatkan anggaran tersebut, untuk sedikit demi sedikit merampungkan pekerjaan Masjid dimaksud.

Menurut Kabag Kesra Setda Kota Bima Abdul Wahid, Pemerintah Kota Bima telah menyerahkan dana hibah dair APBD 2016 senilai Rp 1 Miliar. Bantuan tersebut diserahkan kepada panitia pembangunan Masjid Raya Al Muwahidin awal bulan April lalu.

Setelah diserahkan, Pemerintah Kota Bima mengharapkan pekerjaan sudah mulai dilaksanakan. Agar kelanjutan pembangunan Masjid bisa segera dilakukan. Bila ditunda terlalu lama, maka dikhawatirkan dana yang diberikan tersebut tidak dapat digunakan secara maksimal.

“Mengenai prosedur pekerjaan, Pemkot Bima tidak bisa mengintervensi. Karena telah menyerahkan semuanya kepada panitia pembangunan. Namun, Pemkot Bima tetap memiliki kewajiban mengontrol, dan mengevaluasi hasil pekerjaan pembangunan Masjid tersebut,” ujarnya kepada Kahaba, Jumat (22/7).

Untuk itu, Pemerintah tetap melakukan koordinasi dan komunikasi dengan Yayasan dan Ketua Panitia pembangunan, agar proses pekerjaan bisa mulai dikerjakan.

Sementara itu, Sekretaris Panitia pembangunan Masjid Raya Al Muwahidin Bima H. Ramli yang berusaha dikonfirmasi mengaku, belum bisa memberikan komentar terlalu jauh.

“Maaf saya belum bisa memberikan klarifikasi,” ucapnya.

*Eric      

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *