Jabatan Plt di OPD Akan Diisi Pejabat Definitif

Kota Bima, Kahaba.- Kabar pengisian jabatan Definitif di sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Lingkup Kota Bima santer terdengar beberapa pekan terakhir. Bahkan, pemerintah hingga saat ini masih menunggu terbitnya rekomendasi untuk melantik pejabat yang masih Pelaksana Tugas (Plt) dari Mendagri.

Ilustrasi

Pekan ini, informasinya Walikota Bima HM Lutfi semestinya rencana melantik sejumlah kepala OPD yang masih ditempati Plt terlaksana. Hanya saja, rencana itu masih terkendala rekomendasi dari Mendagri yang tak kunjung diterbitkan. Akhirnya, rencana pelantikan dimaksud ditunda.

Rencana pelantikan pejabat tersebut akan dilaksanakan untuk Kepala Bappeda dan Litbang Kota Bima, Kepala Inspektorat, Bagian Humas dan Protokol Setda Kota Bima dan Asisten III. Sebab, pada posisi OPD dimaksud belum memiliki pejabat definitif.

Saat ini saja, Walikota Bima berada di Jakarta. Selain terus melobi penganggaran disejumlah kementrian, juga dikabarkan untuk menyempatkan ke Kementrian Dalam Negeri. Mengupayakan terbitnya rekomendasi dimaksud.

Kabid Mutasi BKPSDM Kota Bima Syahrial Nuryadin yang saat ini juga berada di Jakarta, saat dikonformasi kabar tersebut belum bisa memberikan komentar, karena belum ada arahan pimpinan terkait hal itu.

“Tunggu saja beberapa pekan kedepan. Kami ke Jakarta untuk berkordinasi terkait CPNS. Soal mutasi dan rotasi kita tidak bisa berandai andai, kita tunggu saja kebijakan pimpinan,” katanya, Selasa (9/10).

Sementara itu, Kasubbag Humas Bagian Humas dan Protokol Setda Kota Bima Diana Fitriah saat dimintai komentar menjawab dirinya belum mendapat konfirmasi soal itu.

“Kita juga belum ada arahan dari pimpinan daerah mengenai soal rencana pelantikan itu,” ujarnya.

Diana menegaskan, informasi resminya mengenai pelantikan itu belum ada kepastian. Kalaupun ada nanti, tentu akan dikabarkan kepada media.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *