Warga Minta Terminal Kumbe Dirubah untuk Sarana Kegiatan Umum

Kota Bima, Kahaba.- Kondisi Terminal Kumbe yang tak terurus menjadi pembahasan warga Kelurahan Kumbe saat menghadiri reses yang digelar anggota DPRD Kota Bima, di kelurahan setempat, Senin pagi (15/10).

Wakil rakyat di Dapil Kecamatan Rasanae Timur dan Raba saat reses di Kumbe. Foto: Deno

Karena kondisinya yang tak serupa terminal, warga setempat pun meminta kepada para wakil rakyat untuk merubahnya menjadi tempat untuk sarana kegiatan warga. Apalagi saat ini, warga Kumbe sudah tidak lagi memiliki lapangan untuk kegiatan sosial kemasyarakatan.

Keinginan itu disampaikan Tokoh Masyarakat Kumbe Hj Maani. Karena sekarang sudah sangat sulit mendapatkan sarana kegiatan kemasyarakat. Seperti, tempat sholat Idhul Fitri dan Idhul Adha. Kemudian untuk acara nikah dan sejumlah kegiatan lain.

Untuk itu, mewakili warga dirinya berharap kepada anggota dewan agar merubah saja terminal tersebut menjadi tempat yang dibutuhkan semua warga Kelurahan Kumbe. Jika tidak, setiap tahun mereka akan kesulitan menggelar kegiatan.

“Kami minta Terminal Kumbe ini dialihfungsikan saja menjadi pusat kegiatan masyarakat pak dewan,” inginnya.

Menurut dia, selama ini tempat tersebut tidak berfungsi dengan baik layaknya terminal. Karena aktifitas terminal pada umumnya padat kendaraan. Tapi kondisi sehari – hari di Kumbe, lebih banyak bongkar muat dilakukan di luar terminal.

Selain soal terminal, warga setempat juga menyampaikan sejumlah aspirasi lain. Seperti Ketua RT 3 M Rusdin dan Ketua PKK Kelurahan Kumbe Bakri Nisa meminta agar kebutuhan air bersih warga juga di diperhatikan. Karena masih banyak warga yang menggunakan air sungai untuk keperluan rumah tangga.

“Air sungai masih diragukan kebersihannya,” ungkapnya.

Sementara itu Ketua LPM Kelurahan Kumbe Muhtar meminta agar di wilayah Rasanae Timur dibangun sekolah SMA. Agar siswa tidak jauh-jauh ke wilayah Raba dan Mpunda untuk menuntut ilmu.

“SMP sudah ada di Rasanae Timur, kalau bisa SMA juga segera dibangun,” inginnya

Kemudian warga yang lain juga mengharapkan dewan membuatkan drainase. Jika tidak gang dan halaman rumah warga akan terendam air saat musim hujan tiba. Selain itu, sungai yang ada di Oi Mbo segera dibangun bronjong, karena rumah warga dan kuburan yang berada di sebelah selatan sungai akan longsor dan jatuh dalam sungai.

Ketua DPRD Kota Bima Samsurih saat memberikan tanggapan mengaku, pengalihan fungsi area Terminal Kumbe tersebut harus membahas beberapa tahapan penting yang perlu dilewati. Pertama harus menyiapkan lahan yang strategis pengganti terminal. Bahkan, pihaknya berencana akan memindahkan terminal ke Gasu, tempat perkemahan pramuka di Kelurahan Lampe.

“Karena Gasu tersebut milik pihak Pemerintah Provinsi NTB, maka kami akan berkoordinasi dengan provinsi,” katanya.

Untuk pembebasan lahan untuk lapangan olahraga, akan memperjuangkan lahan 1 hektar yang berada di wilayah timur Kelurahan Kumbe. Untuk itu lurah Kumbe diminta segera membawa proposal ke Kantor DPRD, agar anggaran pembebasan lahan tersebut bisa segera diajukan.

“Kami juga akan memperjuangkan aspirasi lain yang disampaikan oleh warga Kelurahan Kumbe dan Oi Mbo,” janjinya.

Sebelum itu, reses dibuka secara resmi oleh anggota DPRD Kota Bima Nazamuddin. Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh seluruh wakil rakyat di Dapil Kecamatan Rasanae Timur dan Kecamatan Raba.

*Kahaba-05

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *