oleh

FUI Bima Kecam Pembakaran Bendera Tauhid, Massa Desak Bubarkan Banser

-Kabar Bima-17 kali dibaca

Kota Bima, Kahaba.- Aksi memerotes dan mengecam pembakaran bendera tauhid di Garut tidak saja berlangsung disejumlah daerah di Indonesia, tapi juga terjadi di Kota Bima. Ribuan umat muslim yang tergabung dalam Forum Umat Islam (FUI) Bima turun ke jalan, Jumat (26/10) menggelar aksi long march dari Masjid Agung Al Muwahiddin menuju kantor Polres Bima Kota.

Ustadz Hakim saat menyampaikan orasi di depan Kantor Polres Bima soal pembakaran bendara tauhid. Foto: Bin

Sebelum aksi, massa menggelar sholat Jumat bersama di Masjid Agung Al Muwahiddin Bima. Setelah itu, mulai long march mengelilingi sejumlah ruas jalan di Kota Bima dan berakhir di Kantor Polres Bima Kota.

Sepanjang jalan, teriakan Takbir berkumandang. Desakan agar pembubaran banseer terus suarakan dengan pengeras suara. Aksi tersebut berjalan dengan damai dikawal oleh aparat kepolisian.

Perwakilan FUI Bima Ustadz Hakim dalam orasinya mengecam aksi pembakaran bendera tauhid tersebut oleh oknum banser. Tindakan itu menunjukan kebiadaban oknum banser yang telah membakar dan menginjak – injak kalimat pemersatu umat muslim seluruh dunia.

“Itu tindakan sekelompok manusia biadab. Maka inilah bentuk tanggungjawab kita turun hari ini, sebagai bentuk pembelaan kita terhadap kalimat tauhid,” tegasnya.

Menurut Hakim, padahal dengan kalimat itu sesungguhnya umat muslim hidup dan mati. Bahkan ketika perang zaman rasulullah, 3 komandan tempur kaum muslimin secara bergantian mengangkat bendera bertuliskan tauhid tersebut yang jatuh di tanah.

“Sahabat Rasulullah pun saat perang tumbang dan mati syahid, karena mempertahankan kalimat tauhid tersebut. Terpotong tangan kirinya memegang bendera kalimat itu,” ungkapnya.

Tapi hari ini kata dia, kalimat La ila Ha illallah itu telah diinjak – injak dan dibakar oleh oknum banser dengan sengaja dan mereka menikmatinya dengan berteriak dan bergembira sembari mendokumentasikannya.

Massa FUI Bima saat aksi mengecam pembakaran bendera tauhid. Foto: Bin

Pada kesempatan itu Hakim mengutip keprihatinan dari kalimat tokoh ulama Indonesia, KH Hasyim Muzadi. Hasyim pernah mengatakan bahwa dirinya khawatir Nahdlatul Ulama telah disusupi oleh unsur – unsur komunis dan unsur liberal.

Dan kekhawatiran Hasyim sambungnya, telah terjawab hari ini. Karena seorang muslim tidak mungkin berani membakar kalimat itu. Dirinya berprasangka, pembakaran kalimat tauhid ini ada agenda dan pesanan dari luar, yang sengaja ingin memecah belah persatuan umat muslim.

Untuk itu, pihaknya meminta kepada aparat kepolisian agar menyampaikan kepada Kapolri, agar menangkap dan memeroses secara hukum pelaku pembakaran kalimat tauhid.

“Usut juga aktor intelektual dibelakangnya. Karena kami menduga ada upaya pihak lain membenturkan umat muslim,” ucapnya.

Kapolres Bima Kota AKBP Ida Bagus Made Winarta saat menerima massa aksi menyampaikan aksi telah berjalan dengan damai. Ia pun berharap aksi damai ini tidak ditunggangi pihak-pihak lain sehingga menganggu kondisifitas daerah.

“Mengenai aspirasi yang disampaikan FUI Bima, kami berjanji akan teruskan Kapolri. Sehingga terbuka semua siapa yang membuat kedzoliman ini,” katanya.

*Kahaba-01

Komentar

Kabar Terbaru