Jika Tidak Akreditasi Tahun 2019, RSUD Sondosia Terancam Dilikuidasi

Kabupaten Bima, Kahaba.- Direktur RSUD Sondosia Yulian Averos beserta jajaran saat ini sedang berusaha keras mempersiapkan banyak hal untuk akreditasi rumah sakit setempat. Rencananya, rumah sakit yang berada di wilayah Kabupaten Bima tersebut akan disurvei dan dinilai oleh Tim Akreditasi Nasional, Juni mendatang.

Direktur RSUD Sondosia Yulian Averos. Foto: Yadien

“Kita sedang persiapan akreditasi. Perlengkapan data maupun sejumlah bangunan fisik,” ujarnya, Kamis (24/1).

Kata dia, rumah sakit tersebut ditargetkan harus mendapatkan status akreditasi pada tahun 2019. Jika tidak manpu menyandang status akreditasi tahun ini, rumah sakit setempat terancam akan dilikuidasi.

“Artinya tamat sudah riwayatnya. Rumah sakit akan ditutup,” katanya.

Meski demikian, dokter itu optimis rumah sakit setempat akan mampu meraih status akreditasi tahun ini. Karena sejauh ini, untuk kebutuhan akreditasi sudah rampung sekitar 80 persen. Tinggal melakukan kaji banding degan berkunjung ke rumah sakit yang sudah diakreditasi baru-baru ini, untuk disesuaikan persiapan lain.

Rencananya, rumah sakit setempat akan dinilai dan disurvei oleh tim Akreditasi Nasional bulan Juni mendatang. Namun jika pada bulan Juni belum lulus akreditasi, maka akan disurvei kembali pada bulan September.

“Karena 2 kali dalam setahun survey akreditasinya,” tutur Yulian.

Kendati demikian, jika dalam penentuan status akreditasi masih ditemukan beberapa hal kecil yang kurang. Maka akan diberi waktu untuk melengkapi dan memperbaiki selama 3 tahun setelah status akreditasi didapatkan.

“Setelah 3 tahun akan dievaluasi lagi, apakah status akreditasi bisa dipertahankan, ditingkatkan atau justru dicabut,” tukasnya.

Untuk itu dirinya berharap agar semua unsur yang ada di rumah sakit setempat dapat bekerjasama dengan baik, untuk mendapatkan status akreditasi tersebut. Dengan kekompakan dan kerjasama yang baik, dirinya optimis status akreditasi tidaklah sulit didapat.

*Kahaba-10

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *