Baznas Kota Bima Masuk 5 Nominasi Terbaik Nasional

Kota Bima, Kahaba.- Pemerintah Kota Bima patut berbangga pada kinerja Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Bima. Karena berhasil masuk 5 nominasi terbaik untuk kategori program pendayagunaan Zakat Infaq dan Sedekah (ZIS) tingkat nasional tahun 2018.

Ketua Baznas Kota Bima, H. Abubakar Haris. Foto: Eric

Ketua Baznas Kota Bima H Abubakar Haris mengungkapkan, penghargaan tersebut sebagai bentuk apresiasi pemerintah pusat terhadap tata pengelolaan dan pendistribusian oleh lembaga yang tertata dengan baik.

“Alhamdulillah penghargaan ini merupakan hasil kerja keras tim Baznas bersama pemerintah daerah, karena mewujudkan pengelolaan yang bagus dan tepat sasaran. Sehingga kami semakin termotivasi untuk mengelola zakat yang lebih baik dan professional,” ujarnya, Jumat (1/3).

Haris mengatakan, ada lebih dari 500 Baznas tingkat kota dan kabupaten di Indonesia. Sementara prestasi 5 besar tersebut merupakan capaian tertinggi untuk daerah. Ke depan, pihaknya akan terus bekerja keras untuk mengumpulkan zakat dan menyalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Terhadap prestasi ini juga pihaknya akan pertahankan, bahkan akan terus ditingkatkan dengan penguatan zakat. Ini sesuai visi misi zakat nasional, yaitu “Dengan Zakat Kita Kuat”.

Haris menuturkan, penghargaan tersebut diraih berdasarkan 5 bidang program kegiatan yang dijadikan penilaian. 5 bidang program tersebut diantaranya, bidang ekonomi berupa bantuan kepada bakulan, bidang pendidikan tahsin dan tilawah bagi murid SD dan MI, bidang dakwah berupa pendidikan kader ulama dan ustazah, bidang kesehatan berupa bantuan biaya pengobatan dalam dan luar daerah serta kerjasama dengan BPJS, serta bidang kemanusiaan berupa bantuan paket beras bagi keluarga miskin dan perbaikan RTLH, jamban keluarga.

Ia menambahkan, di tahun 2018 pihaknya menargetkan pengumpulan zakat sebesar Rp 5,5 miliar, sedangkan realisasi pengumpulan zakat mencapai Rp 4,8 miliar. Kurangnya realisasi tersebut, karena adanya peralihan pegawai yang bekerja di UPT, kemudian dileburkan kembali pada setiap OPD sehingga cukup susah untuk mengumpulkan zakat.

“Meski target dan realisasi pengumpulan zakat sedikit berbeda, namun bisa kami salurkan dengan tepat sasaran. Karena dari Rp 4,8 miliar hasil pengumpulan zakat sudah sampai 95 persen penyalurannya kepada masyarakat,” tambahnya.

*Kahaba-04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *