DPPPA Adakan Pelatihan Pendampingan Korban KDRT

Kota Bima, Kahaba.- Jajaran Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Bima menggelar pelatihan dan peningkatan kualitas SDM, dalam pelayanan dan pendampingan korban KDRT.

Pelatihan Pendampingan Korban KDRT yang digelar DPPPA Kota Bima. Foto: Eric

Acara selama 3 hari mulai Kamis – Sabtu (14-16/3) itu digelar di aula SMKN 3 Kota Bima dan diikuti 40 peserta dari kader masyarakat, perempuan tangguh serta berbagai organisasi lain.

Kepala DPPPA Kota Bima H Ahmad menyampaikan, pelatihan ini bertujuan agar peserta kegiatan terlebih kaum perempuan, mengetahui tentang pelayanan dan upaya pendampingan terhadap korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

“Pelatihan ini untuk memberikan informasi tentang pelayanan serta prosedur berdasarkan aturan yang harus dilakukan untuk menyelesaikan kasus yang terjadi di keluarga. Salah satunya adalah KDRT,” ujarnya.

Ahmad menuturkan, untuk membimbing para peserta pihaknya telah menyiapkan pemateri yang berkompoten. Di antaranya kepolisian, Lembaga Perlindungan Anak (LPA), tokoh perempuan dan lembaga terkait.

Kehadiran pemateri ini untuk menambah wawasan peserta, agar saat menemukan kasus yang terjadi, peserta membantu memberikan informasi terkait penanganan kekerasan tersebut.

Diiungkapkannya, berdasarkan data tahun 2018, angka kekerasan terhadap ibu dan anak cukup tinggi dan disebabkan berbagai faktor. Di antaranya masalah ekonomi, perselingkuhan, dan ketidakpercayaan terhadap pasangan.

“Dari angka kekerasan itu, sebagian besar bisa kami selesaikan melalui pendampingan dan bimbingan bersama LPA,” bebernya.

Oleh karena itu, kepada peserta yang hadir diharapkan mampu menjadi pelopor perempuan untuk mengajak menjadi pribadi yang tangguh, baik dalam kehidupan keluarga dan juga masyarakat.

*Kahaba-04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *