Coblos di TPS 7 Santi, Wawali Bima Minta Masyarakat Jadi Pemilih Cerdas

Kota Bima, Kahaba.- Wakil Walikota Bima Feri Sofiyan meminta agar masyarakat menjadi pemilih cerdas. Hal itu disampaikan saat dirinya ditemani istri dan anaknya usai memberikan hak suara di TPS 7 Kelurahan Santi, Rabu (17/4).

Wawali Bima Feri Sofiyan saat berada di TPS. Foto: Deno

Feri menyampaikan, ada ratusan caleg yang berkompetisi. Di kelurahan tempatnya tinggal pun, ada beberapa Caleg dari DPRD Provinsi NTB maupun Caleg DPRD Kota Bima. Kepada para pendukung pun diminta tidak saling menghujat. Hargai perbedaan pilihan, karena berbeda pilihan dalam konteks demokrasi merupakan hal yang biasa.

“Saya berharap masyarakat bisa menghargai perbedaan, hubungan silaturahmi dan persaudaraan tetap dijaga, karena itu jauh lebih penting,” harapnya.

Ketua DPD Partai PAN itu juga mengaku, untuk pilihannya calon presiden, ia mencoblos calon Presiden Prabowo Sandi. Ia menaruh harap agar calon presiden yang diusung partainya bisa menang dan menjadi pemimpin negeri ini.

“Saya selaku Ketua DPD PAN Kota Bima mencoblos calon presiden yang diusung oleh partai yaitu Prabowo Sandi,” ungkapnya.

Sementara itu Ketua KPPS TPS 7 Fahri membenarkan Wakil Walikota mencoblos di TPS 7. Nama Feri Sofiyan berada di urutan ke 138 dari 241 jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT). Fery Sofian hadir memberikan C6 ke petugas PPS sekitar pukul 10.00 Wita dan masuk mencoblos sekitar pukul 11.00 Wita. Satu jam menunggu giliran masuk, Wakil Walikota menunggu di sekitar TPS bersama Istri dan anak-anaknya yang juga ditemani oleh warga Kelurahan Santi.

“Sejauh ini belum ada yang kami temukan surat suara yang rusak dan tertukar dengan surat suara dari dapil lain. Saya berharap proses pemungutan suara ini tidak menuai hambatan dan berjalan lancar,” harapnya.

*Kahaba-05

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *