Uang Untuk Pengadaan Baju Linmas Belum Dikembalikan, Nurwahidah Ngamuk di Kantor Pol PP

Kota Bima, Kahaba.- Seorang wanita bernama Nurhaidah ngamuk di halaman Kantor Dinas Pol PP dan Damkar Kota Bima, Jumat (9/8) sekitar pukul 10.30 Wita, karena merasa dirugikan oleh dinas setempat. Sebab, uangnya yang dipinjam pihak dinas tersebut tak kunjung dikembalikan.

Nurhaidah saat menunjukan bukti kwitansi peminjaman uang rp 50 juta untuk pengadaan baju linmas Dinas Pol PP dan Damkar Kota Bima. Foto: Eric

Nurhaidah kepada sejumlah wartawan menceritakan, bulan April lalu pihak dari Dinas Pol PP dan Damkar mendatangi rumahnya untuk meminjam sejumlah uang. Kemudian berjanji akan mengembalikan dalam waktu 1 pekan. Tapi janji itu tidak pernah diwujudkan.

“Saya datang sudah puluhan kali, tapi selalu jawabannya sebentar lagi, tunggu lagi atau tidak usah ragu, uangnya segera ada,” ungkapnya.

Nuraidah mengaku, ia memberi pinjaman senilai Rp 50 juta. Lalu disepakati pengembaliannya sebesar Rp 55 juta hanya dalam 1 minggu. Transaksi itu terjadi pada awal April tahun ini, namun hingga Agustus ini uangnya belum juga dikembalikan.

“Mereka datang katanya sangat butuh uang tersebut untuk pengadaan baju Linmas. Saya pun langsung saya berikan dan membantu mereka,” katanya. (Baca. Pengadaan Baju dan Topi Linmas di Pol PP, Bermasalah)

Nurhaidah pun terus menumpahkan kekesalannya. Pegawai Dinas Pol PP dan Damkar pun tidak ada yang berani berkomentar, hanya mendengar celoteh ibu tersebut.

Beberapa saat kemudian, Kasi Trantibum dinas setempat Abdurahman sempat mendatangi Nurhaidah dan memberitahu bahwa alasan belum bisa menerima kedatangannya, karena lagi ada tamu.

“Ibu mohon bersabar, tadi lagi ada tamu sehingga belum bisa bertemu ibu. Jadi mari kita bicarakan baik-baik, untuk mencari solusi bersama. Karena disini lembaga pemerintahan,” ucapnya.

Nurhaidah meninggalkan kantor setempat, setelah mantan bendahara Dinas Pol PP menenangkan dan memberikan kepastian bahwa uangnya akan diupayakan dikembalikan pada senin pekan depan.

Setelah mendapat informasi tersebut, Nurhaidah yang masih terlihat kesal kemudian berlalu pergi.

“Ingat ya, janjinya hari Senin, uang harus ada. Uang tersebut untuk keperluan anak saya yang masih kuliah,” teriaknya dan pergi.

Sementara itu Plt Kepala Dinas Pol PP dan Damkar Kota Bima M Nor A Madjid yang dimintai tanggapan enggan berkomentar.

“No coment” ucapnya.

*Kahaba-04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *