Dikes Imbau Puskesmas Antisipasi Penyakit DBD

Kabupaten Bima, Kahaba.- Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) menjadi momok yang sangat menakutkan bagi masyarakat setiap musim hujan. Tidak sedikit masyarakat yang harus dirawat di puskesmas dan rumah sakit, karena terjangkit penyakit itu. Bahkan ada yang sampai meninggal dunia.

Kabid Pemberantasan Penyakit dan Kesehatan Lingkungan Dikes Kabupaten Bima Rifa’i. Foto: Yadien

Menyadari akan bahaya itu, jelang musim hujan Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Bima mengeluarkan surat imbauan kepada seluruh puskesmas di Kabupaten Bima, agar segera melakukan upaya pencegahan DPB menjelang musim hujan tahun ini.

Kabid Pemberantasan Penyakit dan Kesehatan Lingkungan Dikes Kabupaten Bima Rifa’i mengatakan, jelang musim hujan, pihaknya telah mengeluarkan surat imbauan kepada seluruh puskesmas untuk melakukan upaya pencegahan DBD. Itu sesuai dengan surat dari Dinas Kesehatan Provinsi NTB nomor 443.32/28/P3KL/DIKES/XI/2019 dan surat dari Dikes Provinsi NTB tanggal 19 November tentang kewaspadaan terhadap penyakit DBD.

Kata dia, setidaknya ada 6 poin pada surat imbauan yang dikeluarkan tanggal 5 Desember 2019 tersebut. Yakni meminta kepada puskesmas untuk meningkatkan sosialisasi dan edukasi dalam Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara luas, melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) baik secara fisik ( 3 M Plus), maupun kimia (larvasida) dan biologi (ikan pemakan jentik) secara serentak dan berkelanjutan, dan menunjuk salah seorang guru atau pengajar sebagai juru pamantau jentik di sekolah untuk pengawasan tempat-tempat berpotensi berkembang biak nyamuk di lingkungan sekolah dan Pondok Pesantren.

“Kami juga meminta puskesmas mengaktifkan juru pemantau jentik di tingkat RT dan RW sebagai pengawas tempat perindukan nyamuk demam berdarah di lingkungan masyarakat,” ,” ujarnya, Senin (9/12).

Selain itu, pihaknya juga meminta puskesmas untuk berkoordinasi dengan camat, kepala desa serta lintas sektor lainya untuk melakukan bergotong royong bemberantasan sarang nyamuk (PSN).

“Bagi masyarakat agar segera berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit jika penemuan kasus DBD agar ditangani secara cepat dan tepat,” urainya.

Ia berharap, semoga pada musim hujan tahun ini tidak ada kasus DBD yang terjangkit pada masyarakat Kabupaten Bima. Atau paling tidak angka kasus DBD bisa dikurangi dari tahun-tahun sebelumnya.

“Harapan kami tentu masyarakat sehat, tidak ada yang DBD nanti,” ungkapnya.

*Kahaba-10

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *