Keren, Ada Wisata Atraksi Lumba Lumba di Kolo

Kabupaten Bima, Kahaba.- Kelurahan Kolo Kota Bima merupakan kelurahan terluar yang berada di mulut teluk Bima. Sebagai salah satu pemukiman yang dekat dengan jalur perlintasan kapal pesiar dan gerbang teluk Bima, ada banyak potensi wisata yang bisa dikembangkan di daerah tersebut.

Atraksi Lumba Lumba di perairan Kolo. Foto: Ist

Baru-baru ini Forum Pokdarwis Kota Bima, Asosiasi Perjalanan Wisata Indonesia (ASPERWI) Bima, BG Tour&Travel, Explore Bima Tour dan Bima Free Dive, yabg tergabung dalam forum bersama dengan nama Asosiasi Pelaku Pariwisata Bima (Asetama), menemukan wisata antraksi lumba lumba di laut Kolo.

Ketua Forum Pokdarwis Kota Bima Ihsan Iskandar mengatakan, ASETAMA dan Pokdarwis Kolo baru melakukan survey awal untuk memastikan lumba lumba itu ada di spot yang diarahkan oleh Pokdarwis Kolo. Pada survey awal itu, team yang berjumlah 7 orang tersebut berhasil mendokumentasikan kawanan lumba lumba sekitar 30 sampai 40 ekor dalam satu kawanan.

“Kawanan lumba lumba itu tidak bergeser dari spot yang biasa ditemukan nelayan Kolo,” ujarnya, Sabtu (14/12).

Kata dia, jarak spot lumba lumba tersebut tidak jauh dari dermaga Kolo. Bagi pengunjung yang ingin datang ke lokasi itu, hanua dibutuhkan waktu beberapa puluh menit saja.

“Lokasinya tidak jauh kok dari dermaga” katanya.

Ia membeberkan, untuk memastikan spot lumba lumba tersebut layak dijual sebagai pariwisata, pihaknya akan melakukan survey lanjutan dengan mengambil waktu dini hari jelang sun rise, pada hari Minggu (16/12) besok.

“Team akan membawa alat GPS untuk mengunci koordinat spot lumba lumba dan memastikan lumba lumba itu tetap di titik yang sama,” bebernya.

Berdasarkan hasil observasi sementara kata Ihsan, wilayah luar teluk Bima memiliki sejumlah potensi yang luar biasa. Selain spot lumba lumba, juga ada spot spot snorkling, free dive dan diving disepanjang pantai utara kolo mulai dari So Aty hingga So Numbe. Fishing Spot yang tersebar disejumlah rumpon.

“Untuk Spot Snorkling, free dive dan diving sudah diekaplor dan diinventarisir oleh teman teman KOPA Mbojo, Bima Free Dive dan Bima Diving. Kami tinggal memetakan potensi spot yang bisa untuk Fun & Family Snorkling. Agar masyarakat awam juga bisa menikmati keindahan bawah laut kita,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, upaya tersebut merupakan bagian dari program untuk mendorong Kolo sebagai Kampung Wisata. Sehingga masyarakat secara luas bisa menikmati manfaat pariwisata secara ekonomi.

“Untuk mewujudkan itu tentunya butuh proses yang panjang dan butuh kerjasama semua pihak,” jelas Ihsan.

Sementara biaya kegiatan riset dan survey itu,
pihaknya menggunakan dana pribadi sesui kebutuhan. Namun beruntung, ketua Pokdarwis Kolo memiliki perahu boat sehinga cukup membantu.

“Harapan kami dari upaya ini nanti, selain adanya kunjungan wisatawan lokal melalui darat, kapal-kapal yang mengangkut wisatawan yang dari dan menuju labuan bajo juga bisa mampir dsn memberikan kontribusi ekonomi untuk warga setempat,” harapnya.

*Kahaba-10

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *