oleh

Ketua PBB: Muscab Sudah Berjalan Sesuai Ketentuan

-Kabar Bima-14 kali dibaca

Kota Bima, Kahaba.- Ketua DPC PBB Kota Bima Syamsuddin menegaskan jika Muscab yang dihelat beberapa hari kemarin sudah berjalan sesuai mekanisme dan aturan. Hasilnya seperti berita acara dan semuanya sudah ditandatangani oleh pimpinan sidang. (Baca. Dituding Cacat Hukum, Pengurus PBB Desak DPP Batalkan Hasil Muscab)

Ketua DPC PBB Kota Bima Syamsuddin. Foto: Ist

“Muscab sudah berjalan sesuai ketentuan,” tegasnya, Kamis (26/12).

Menjawab soal sorotan dari pengurus, kemudian berujung pada laporan yang akan dikirim ke DPP agar dibatalkan hasil Muscab, ia mempersilahkan. Namun yang pasti, proses Muscab sudah selesai dilaksanakan.

Ia mengungkapkan, saat Muscab, dari pleno awal dan akhir sudah berjalan lancar dan aman. Pembahasan tatib dan sebagainya, terlebih koreksi tatib, merupakan hal biasa dan dibahas secara bersama-sama.

Kemudian soal SK Pemuda dan Muslimat Bulan Bintang, juga sah dan tidak ada masalah. Jika pengurus yang merasa tidak puas mengaku tidak tahu bahwa Pemuda dan Muslimat tidak memiliki hak suara, itu mustahil.

“Bahkan mereka itu meminta bantuan dan dukungan Hj Mugni selaku Ketua Muslimat Bulan Bintang, artinya mereka sudah tahu SK itu sudah ada,” ungkapnya.

Terkait dan tidak tahu dan sebagainya kata Syamsuddin, saat Muscab telah disampaikan. Baik itu mengenai tanggal dan tahun berapa serta isi SK. H Mukhtar Yasin pun menjadi saksi dan menyatakan benar SK itu diurus dari DPW sampai ke DPP.

“Ditanyakan juga ke para calon, dan disepakati serta disetujui. Akhirnya soal SK itu dinyatakan sah. Lantas kenapa setelah Muscab dipersoalkan,” sorotnya.

Ia juga mengakui, mengenai dengan SK itu, sejak awal saat rapat di rumah Muhammad Salahuddin itu sudah disampaikan, bahwa itu menjadi kewenangan badan otonom. Mekanismenya sudah dilalui, bukan asal dikirim nama begitu saja. Tapi sudah melalui rapat dengan Pemuda dan Muslimat Bulan Bintang. Maka terbentuklah itu.

“Pemuda dan Muslimat Bulan Bintang itu sudah lama, karena kepengurusannya sudah berakhir, jadi dilakukan penyegaran kembali,” kata Syamsuddin.

Dia menambahkan, yang terjadi seperti protes setelah Muscab, merupakn hal biasa untuk mencari – cari kelemahan.

*Kahaba-01

Komentar

Kabar Terbaru