Dituding Khianati Pakta Integritas, Gerindra Tolak Usung IDP dan Dahlan

Kabupaten Bima, Kahaba.- Dokumen pakta integritas Dinda-Dahlan dengan DPP Partai Gerindra tahun 2015, sebagai syarat Partai Gerindra mengusung pasangan IDP-Dahlan dalam Pilkada 2015, tersebar.

Humas DPC Gerindra Ashar S Yaman. Foto: Yadien

DPC Partai Gerindra Kabupaten Bima melalui Humas Ashar S Yaman membenarkan adanya dokumen pakta integritas itu. Pakta integritas komitmen Dinda-Dahlan dengan partai Gerindra itu sudah dievaluasi.

“Memang benar, itu dokumen pada Pilkada tahun 2015,” ujarnya, Rabu (22/1).

Ia membeberkan, dalam pakta integritas itu, setidaknya ada 7 poin yang harus dipatuhi oleh Dinda-Dahlan. Namun, selama 4 tahun kepemimpinan, tidak ada 1 pun yang dipenuhi, terutama dalam mematuhi manifesto perjuangan dan program aksi Partai Gerindra.

“Dinda-Dahlan tidak pernah membantu proses pengkaderan, pemberdayaan, DPC, PAC ranting dan anak ranting partai Gerindra Kabupaten Bima selama mereka mengemban amanat dari rakyat Kabupaten Bima,” ungkapnya.

Dengan dasar itu kata dia, DPC Partai Gerindra Kabupaten Bima menolak kedua orang tersebut diusung kembali oleh Partai Gerindra dalam Pilkada 2020.

Dia mengungkapkan, DPC Partai Gerindra Kabupaten Bima sudah berjuang dengan sekuat tenaga, mengerahkan PAC dan anak ranting partai di 191 Desa yang ada di Kabupaten Bima, untuk memenangkan pasangan IDP-Dahlan pada Pilkada 2015, hingga akhirnya sukses mengantarkan mereka menjadi Bupati dan Wakil Bupati Bima.

Pakta Integritas Dinda Dahlan dengan Gerindra. Foto: Ist

“Kami sudah tunaikan kewajiban sebagai partai pengusung, tetapi tidak pernah dibalas. Bahkan membalas sms kader Gerindra saja mereka tidak mau,” ketusnya.

Atas pertimbangan wanprestasi atau komitmen Dinda-Dahlan dalam hal memenuhi komitmen koalisi itu, semua PAC dan rantiny Partai Gerindra Kabupaten Bima tidak menginginkan mereka diusung lagi menjadi calob Bupati dan Wakil Bupati oleh Partai Gerindra.

“Kami tidak mau mengusung terus calon yang sudaj jelas mengingkari janji pakta integritas,” tegas dia.

Ashar berharap, agar DPP Partai Gerindra mempertimbangkan apa yang dialami DPC Partai Gerindra Kabupaten Bima selama menjadi partai pengusung, dan menjadi catatan kritis dan tolak ukur partai memberikan rekomendasi kepada calon kepala daerah.

“Usunglah calon yang memiliki niat membesarkan kader dan partai,” harapnya.

*Kahaba-10

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *