oleh

Di Desa Bumi Pajo, Syafa’ad Janji Tidak Ada Kelangkaan Pupuk

-Kabar Bima-9 kali dibaca

Kabupaten Bima, Kahaba.- Setelah blusukan di Desa Palama dan Desa Ndano Nae, Bakal Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Bima H Syafrudin HM Nur – Ady Mahyudi (Syafa’ad) melanjutkan perjalanan di Desa Bumi Pajo Kecamatan Donggo, Minggu (8/3). Pasangan tersebut pun disambut dengan dialog publik.

Pasangan Syafa’ad saat tatap muka dengan warga Desa Bumi Pajo. Foto: Bin

Pada momen pertemuan itu, sejumlah aspirasi disampaikan warga setempat. Termasuk yang yang paling penting yakni masalah kelangkaan pupuk dan penjualan di atas HET.

Seperti yang diutarakan oleh warga setempat Mansyur, soal pupuk langka dan mahal tidak saja terjadi di desanya. Tapi seluruh wilayah yang ada di Kabupaten Bima. Pemerintah pun dinilai tidak memiliki cara yang baik untuk menyelesaikannya.

“Nanti kalau Syafa’ad jadi Bupati dan Wakil Bupati Bima. Pastikan jika pupuk aman bagi petani di Kabupaten Bima,” inginnya.

Selain masalah pupuk, dirinya meminta agar pemerintah tidak lagi mendistribusikan bibit jagung busi 18. Karena bibit tersebut bukannya membuat para petani jagung sejahtera.

“Kami tetap tidak akan menerima jika masih terus diberi bibit bisi 18,” tegasnya.

Warga lain, Mus Mulyadi berharap kepada Syafa’ad jika terpilih nanti bisa merealisasikan irigasi pertanian di Desa Bumi Pajo. Karena sejak dulu permintaan agar ada irigasi tersebut, belum juga dipenuhi oleh pemerintah hari ini.

“Di sini kita tanam duren dan kopi, andaikan saja irigasinya ada. Tentu kami tidak kesulitan,” katanya.

Mendengar aspirasi yang disampaikan warga tersebut. H Syafrudin menegaskan, sejak dirinya menjadi Bupati Bima dan Ady Mahyudi pimpinan DPRD, tidak ada kelangkaan pupuk di Bima. Apalagi harga yang jauh di atas HET.

“Makanya satukan tekad dukung dan menangkan Syafa’ad, kami pastikan pupuk tidak akan langka di Bima,” tegasnya.

Demikian juga menjawab soal bibit jagung dan irigasi pertanian yang diinginkan warga tersebut. H Syafrudin mengaku apa yang disampaikan warga sudah pernah ia wujudkan di beberapa wilayah di Kabupaten Bima. Jadi, bukan perkara sulit merealisasikan aspirasi tersebut, jika dirinya dan Ady Mahyudi sudah menerima amanat rakyat menjadi kepala daerah di Kabupaten Bima.

“Untuk itu kita datang turun temui warga seperti ini, memohon dukungan, agar kita sama sama menjemput perubahan yang kita inginkan,” pungkasnya.

*Kahaba-01/Adv

Komentar

Kabar Terbaru