Tak Ada yang Spesial di Momen HUT Kota Bima ke-18, Lutfi-Feri Ajak Warga Lawan dan Berdoa Agar Covid-19 Berakhir

Kota Bima, Kahaba.- Hari ini, tepat 10 April 2020, Kota Bima menginjak usia ke-18 tahun. Perjalanan itu pun bukan waktu yang singkat. Telah banyak yang ditorehkan untuk daerah dan masyarakat. Pun masih banyak pula cita dan rasa cinta yang ingin diwujudkan.

Walikota dan Wakil Walikota Bima. Foto: Dok Hum

Menurut Kasubbag Pemberitaan Bagian Humas dan Protokol Setda Kota Bima Dian Fitryani, setiap tahun perayaan hari lahir Kota Bima dibuat semarak. Beberapa pekan sebelum tepat tanggal kelahiran, pemerintah dan masyarakat selalu ambil bagian untuk membuat momen spesial ini penuh bahagia.

Bahkan kata dia, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menyemarakan dengan beberapa kegiatan yang tidak hanya melibatkan pegawai, tapi juga masyarakat. Sebut saja, pawai yang diikuti ribuan orang. Mengenakan pakaian adat dari sejumlah daerah.

“Begitu pun warga pendatang, dengan bendera paguyuban, mengibarkan di antara ribuan penonton di tiap ruas jalan, menampilkan kebudayaan masing-masing. Terpukau masyarakat melihat pertunjukan yang memberi hiburan,” katanya, Jumat (10/4).

Tidak itu saja sambung Dian, kegiatan lain seperti gerak jalan indah yang diikuti para pelajar di berbagai jenjang pendidikan, menjadi kegiatan wajib yang dilaksanakan sejak Kota Bima berdiri. Kemudian berbagai lomba olahraga, event kesenian dan budaya. Serta kegiatan keagamaan, tetap dihelat sebagai bentuk rasa syukur atas segala karunia yang dilimpahkan untuk Kota Bima.

Untuk merayakan momen ulang tahun ke-18 tahun 2020 menurutnya, Pemerintah Kota Bima pun sejak awal telah menyusun kalender kegiatan. Jauh hari juga dianggarkan dan dipersiapkan sejumlah rancangan.

Namun, keinginan acapkali tak sesuai rencana dan kenyataan berkata lain. Sebab, seluruh penghuni bumi saat ini sedang dihadapkan dengan Pandemi Global. Virus mematikan bernama Corona telah berubah jadi wabah. Telah puluhan ribu nyawa manusia direnggut dalam waktu singkat.

Kata Dian, dampak munculnya Covid-19 ini juga dirasakan oleh Kota Bima. Sejumlah bentuk pencegahan pun telah dilakukan, guna memastikan tidak ada warga yang terpapar. Pemerintah Kota Bima begitu sigap dan memilih untuk disiplin melakukan pencegahan dini.

“dan Alhamdulillah, hingga pada hari bahagia atas kelahiran daerah ini, warga Kota Bima belum ada yang dinyatakan positif. Bentuk kesiapsiagaan yang patut diapresiasi,” ucapnya.

Hingga saat ini sambungnya, pemerintah masih berjibaku dengan sejumlah alat pencegahan. Hingga menunda banyak program yang telah masuk dalam agenda rutin kegiatan pemerintah. Termasuk, Hari Lahir yang mestinya dirayakan penuh semarak.

Tanpa mengurangi makna spesial Hari Jadi Kota Bima ke-18 tambah Dian, Walikota Bima dan Wakil Walikota Bima mengajak seluruh masyarakat Kota Bima bersama – sama memanjatkan harap serta doa, agar wabah Covid -19 ini segera berakhir. Keinginan yang tertuang dalam tema “18 Tahun Berkarya, Menuju Kota Bima Berbudaya” tetap menjadi harapan yang tidak berhenti, terutama pada Dirgahayu Kota Bima kali ini.

“Walikota dan Wakil Walikota Bima mengajak kita semua bersama berdoa dan melawan Covid-19 agar segera berakhir. Caranya, tetap mengikuti imbauan pemerintah. Seperti gunakan masker, rajin mencuci tangan, tetap berada di rumah dan jaga jarak jika beraktivitas di luar rumah,” pungkasnya.

*Kahaba-01

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *