oleh

Biaya Rapid Tes Lebih Mahal dari Harga Tiket Bima-Makassar, HMB Audiensi Dengan Kepala Dikes

-Kabar Bima-11 kali dibaca

Kabupaten Bima, Kahaba.- Menyikapi kebijakan yang mengharuskan setiap orang berpergian ke luar daerah untuk melakukan rapid test dengan biaya mahal, Himpunan Mahasiswa Bima (HMB) Makassar melakukan audiensi dengan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bima, Senin (8/6).

Salah satu perwakilan IMB Ibrahim Rifaid mengatakan, biaya rapid tes yang ditentukan beberapa pusat kesehatan di Bima cukup mahal yaitu sebesar Rp 500 ribu. Itu tentu sangat menyulitkan warga, terutama mahasiswa yang harus kembali melakukan aktivitas perkuliahan di tanah rantauan.

“Kondisi ekonomi masyarakat Bima yang merantau berada di bawah standar. Regulasi yang dikeluarkan terkait biaya rapid tes seolah-olah tidak memperhatikan kondisi ekonomi rakyat Bima. Biaya rapid tes lebih mahal dari harga tiket penumpang kapal Pelni (Bima-Makassar),” sorotnya.

Menurut dia, Pandemi Covid-19 seolah menjadi lahan bisnis bagi penguasa saat ini. Sehingga membuat regulasi tanpa memikirkan kemampuan masyarakat. Padahal, anggaran Covid-19 sebanyak 50 miliar belum jelas penggunaanya dan bisa dipakai untuk membantu masyarakat yang hendak ke luar daerah.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bima H Ganis mengatakan, pihaknya akan menampung aspirasi yang disampaikan mahasiswa tersebut dan akan disampaikan ke pemerintah daerah. Hasil pertemuan itu nanti akan diumumkan dan akan dikeluarkan surat edaran mengenai biaya rapid tes.

“Kebetulan hari ini ada pertemuan Dikes dengan pemerintah daerah di ruang Sekda. Hal ini akan langsung kami sampaikan nanti,” katanya.

*Kahaba-10

Komentar

Kabar Terbaru