oleh

Keluarga Pasien Covid-19 Meninggal, Protes Cara Kerja RSUD Bima

Kota Bima, Kahaba.- Pihak keluarga RK, warga Kelurahan Dodu Kecamatan Rasanae Timur yang dijemput paksa setelah meninggal dan dinyatakan positif Covid-19 menyampaikan klarifikasi. (Baca. Pasien Positif Corona Asal Kota Bima Meninggal dan Dijemput Paksa Keluarga)

Keluarga Pasien Covid-19 Meninggal, Protes Cara Kerja RSUD Bima
Pihak keluarga saat membawa pulang jenazah RK dari RSUD Bima. Foto: Ist

Muhlan, mewakili keluarga RK menjelaskan, RK masuk di RSUD Bima pada tanggal 3 Agustus. Setelah diperiksa oleh dokter, diketahui mengidap penyakit sesak napas ringan.

“2 kali diperiksa, katanya hanya sesak napas ringan,” ungkapnya, Jumat (7/8).

Menurut Muhlan, pihak keluarga tidak pernah diberitahu oleh dokter setempat jika RK juga pernah dirapid test dan hasilnya reaktif. Demikian juga dengan Swab, tidak pernah diberitahu sama sekali dan hasilnya seperti apa.

“Kami pihak keluarga ini tidak pernah diberitahu, kapan dirapid, kapan diswab,” terangnya.

Tiba – tiba saja sambungnya, setelah RK menghembuskan napas terakhir sekitar pukul 15.00 Wita Jumat (7/8), dokter dan petugas RSUD Bima mengabarkan bahwa orang tua kami dinyatakan positif Covid-19.

“Karena diberitahu begitu, pihak rumah sakit melarang kami membawa pulang jenazah RK,” katanya.

Yang lebih aneh sambung Muhlan, jika sebelumnya RK dinyatakan reaktif Rapid Test dan positif Covid-19 sesuai hasil Swab, kenapa tidak dirawat di ruangan isolasi. Yang terjadi, RK dirawat di ruangan Zaitun kelas B.

“Di ruangan Zaitun itu ada 2 orang pasien. Kalau reaktif, kenapa tidak ambil langkah untuk dilakukan isolasi,” protesnya.

Ia pun menyorot, tentu saja cara kerja yang dilakukan oleh dokter dan petugas di RSUD Bima ini tidak benar. Langkah dan penanganan untuk RK, tidak memenuhi ketentuan dan prosedur Covid-19. Sebab, jika sejak awal dinyatakan reaktif, penanganan untuk RK harus dirawat di ruangan isolasi.

“Tapi ini tidak dilakukan. Sekian banyak orang yang datang menjenguk RK juga tidak dilarang. Kan aneh. Kenapa pihak keluarga tidak diberitahu. Ko’ tiba tiba setelah orang tua kami meninggal kemudian diberitahu Positif Covid-19,” pungkasnya.

*Kahaba-01

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar

  1. Tolong muat berita yang berimbang bang redaksi.
    Kahaba net sebaiknya meminta juga keterangan dari pihak rumah sakit untuk mengkonfirmasi pernyataan pihak keluarga. Apakah benar kejadiannya seperti yang di utarakan oleh pihak keluarga?
    Biar masyarakat yang membaca mengerti jelas duduk permasalahannya dan menyikapi permasalahan ini dengan benar.
    Menurut hemat saya, isu corona bukanlah isu yang bisa dimuat tanpa proporsi yang berimbang dan jelas. Karena hal ini menyangkut rasa nyaman dan aman di hati masyarakat Bima tercinta.

    Semoga saran dan masukan sy bisa bermanfaat untuk kemajuan Kahaba Net kedepannya dan membuatnya semakin dekat dihati pembacanya. ???

  2. Orang meninggal di jadikan ladang bisnis oleh RS setempat…klau meninggal karena covid-19 dan pihak RS yg urus sampai penguburan…RS bisa mendapatkan uang senilai 120 juta.

Kabar Terbaru