Warga: Walikota Bima Jual Air, Kami 15 Tahun Kesulitan Dapat Air Bersih

Kota Bima, Kahaba.- Usai menggelar aksi di depan Kantor DPRD Kota Bima, Senin (14/9) warga Bina Baru Kelurahan Dara melanjutkan aksi menuntut air bersih di Kantor Walikota Bima. (Baca. Robohkan Pintu Gerbang Kantor Dewan, Warga Bina Baru Tuntut Tuntaskan Krisis Air Bersih)

Warga Bima Baru saat aksi di depan Kantor Walikota Bima. Foto: Bin

Aksi yang juga dihadiri ibu – ibu tersebut membawa sejumlah tulisan, mengeritik sikap pemerintah yang tidak pernah pro terhadap kepentingan dasar warga. Bahkan untuk mengekspresikan kekesalan, massa aksi membawa galon kosong dan sejumlah botol untuk meminta air kepada pemerintah.

Warga saat menyampaikan tuntutan menagih janji Pemerintah Kota Bima untuk serius memperhatikan kondisi warga yang kesulitan memperoleh air bersih. Belasan tahun hidup mereka sengsara karena harus mengais air bersih di tempat yang tidak layak.

“Kalian pemerintah tega sekali membiarkan kami untuk mengambil air dari got kotor,” ungkap salah seorang warga.

Korlap aksi Imam Juardi juga menyorot Walikota Bima yang justru menjual air di tengah warga yang kesulitan mendapatkan air bersih. Hidup mereka tidak pernah tenang karena urusan kebutuhan vital yang tidak bisa dipenuhi setiap hari.

“Semua tahu Walikota Bima itu jual air kemasan dengan Merk Asakota. Air juga diambil di rumah Walikota Bima, sementara kami krisis air bersih selama 15 tahun,” ungkapnya.

Selama ini diakui Imam, Walikota Bima juga hanya janji-janji. Mereka juga berapa kali sudah melakukan audiensi, tapi tidak ada hasil untuk warga Bina Baru.

“Jelas kami sudah tidak tahan, bayangkan saja selama 15 tahun kesulitan dapat air bersih,” terangnya.

Ibu – ibu yang ikut berdemonstrasi juga angkat bicara. Uang mereka habis untuk membeli air. Air satu tangki yang dibawa juga tidak akan cukup untuk penuhi kebutuhan warga.

“Kami ingin urusan air ini segera diselesaikan,” tegas Rahmawati.

*Kahaba-01

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *