Aksi Tolak UU Cipta Kerja Ricuh, Polisi Terluka, Belasan Massa Aksi Diamankan

Kota Bima, Kahaba.- Aksi demonstrasi ribuan mahasiswa di depan Kantor DPRD Kabupaten Bima menolak UU Cipta Kerja, Senin (12/10) sekitar pukul 11.30 Wita, berakhir ricuh antara massa aksi dan aparat kepolisian.

Suasana aksi tolak UU Cipta Kerja di Kantor DPRD Kabupaten Bima. Foto: Deno

Kericuhan bermula dari adanya pelemparan yang datang dari massa aksi ke arah Kantor DPRD Kabupaten Bima. Pelemparan tersebut juga menyasar pada barisan aparat yang sedang melaksanakan tugas pengamanan.

Akibat insiden itu, seorang anggota polisi terluka di bagian wajah karena terkena lemparan batu dan belasan mahasiswa dan pelajar diamankan karena diduga sebagai provokator.

Kapolres Bima Kota AKBP Haryo Tejo Wicaksono membenarkan salah satu anggotanya terluka akibat benda tumpul. Karena lukanya berdarah, polisi tersebut dievakuasi tim Dokes Polres Bima Kota dan BSMI yang juga ikut pengamanan unjuk rasa. Sementara mahasiswa dan pelajar yang diduga provokator sudah diamankan.

“Sekitar belasan orang yang diamankan, di antaranya ada para pelajar SMA,” ungkapnya.

Sementara itu Ketua BSMI H Muhammad Akbar yang ikut stand by di lokasi aksi dari BSMI mengaku anggota polisi tersebut mengalami luka robek di bagian hidung kanan akibat terkena benda tumpul.

“Anggota yang terluka sudah kami berikan perawatan medis,” katanya.

*Kahaba-05

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *