oleh

Menteri Pendidikan Umumkan Tahun 2021 Sekolah Tatap Muka, Dikbud Lihat Perkembangan

Kota Bima, Kahaba.- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Bima sampai saat ini belum memutuskan awal tahun 2021 nanti akan membuka sekolah tatap muka atau tidak. Meskipun pekan ini Menteri Pendidikan RI Nadiem Makarim telah mengumumkan Januari 2021, sekolah tatap muka sudah diperbolehkan di seluruh Indonesia, tanpa melihat status zona Covid-19.

Menteri Pendidikan Umumkan Tahun 2021 Sekolah Tatap Muka, Dikbud Lihat Perkembangan
Sekretaris Dinas Dikbud Kota Bima H Mohammad Yamin. Foto: Eric

Keputusan ini diambil kementerian setelah berkoordinasi dengan Satuan Tim Gugus Tugas Covid-19 RI. Maka dengan adanya instruksi ini, setiap daerah sudah mulai menyiapkan diri membuka sekolah tatap muka. Akan tetapi, Dinas Dikbud Kota Bima sampai saat ini belum memutuskan, akan mengikuti instruksi menteri atau tidak.

Sekretaris Dinas Dikbud Kota Bima H Mohammad Yamin menyampaikan, keputusan untuk memberlakukan belajar tatap muka tetap berdasarkan kebijakan daerah. Artinya pada instruksi kementerian tersebut, kebijkan tetap dikembalikan pada kepala daerah masing-masing.

“Karena dikembalikan lagi ke daerah. Kalau daerahnya siap, ya akan dibuka program belajar tatap muka,” ujarnya, Rabu (24/11).

Menurut Yamin, apabila daerah siap menerapkan belajar tatap muka, maka sistem pembelajaran akan dikoordinasikan kembali dengan satuan pendidikan serta orang tua siswa.

Karena saat ini Kota Bima sudah ditetapkan sebagai zona merah, maka ada beberapa metode pembelajaran yang dilakukan, yaitu tatap muka dengan menggunakan sistem shif, daring dan juga luring bagi siswa yang terbatas penggunaan IT.

“Karena awal tahun masih satu bulan lagi, maka akan tetap ada evaluasi terhadap program kerja pendidikan. Sehingga tetap dikondisikan dengan situasi dengan tetap mengacu pada protokol kesehatan,” katanya.

Yamin menambahkan, meskipun nanti belejar tatap muka diperbolehkan, namun jika ada orangtua murid meminta agar anaknya untuk mengikuti belajar secara daring dan luring. Maka pihaknya akan menyetujui, mengingat jumlah masyarakat yang terjangkit CoviWd-19 masih bertambah.

“Kita sampai sekarang masih zona merah, untuk itu kita lihat perkembangan tentang penyebaran Covid-19 di Kota Bima. Yang pasti, keselamatan anak-anak didik adalah yang utama,” tambahnya.

*Kahaba-04

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kabar Terbaru