oleh

Tim Gugus Kemana, Suami dan Anak Warga Meninggal Karena Covid-19 tidak Dirapid Test

Kota Bima, Kahaba.- Setelah warga Lingkungan Wenggo Kelurahan Penanae inisial FD dinyatakan terpapar Covid-19 dan meninggal Sabtu pekan lalu, tidak satupun petugas dari Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Bima yang datang menyemprot cairan disinfektan dan Rapid Test untuk keluarga korban meninggal. (Baca. Terinfeksi Covid-19, Warga Penanae Meninggal Dunia)

Tim Gugus Kemana, Suami dan Anak Warga Meninggal Karena Covid-19 tidak Dirapid Test
Usman, suami warga Penanae yang terpapar Covid-19 dan meninggal dunia. Foto: Bin

Usman, suami FD mengaku, jika dihitung hingga hari ini, Jumat (18/12), sudah 7 hari istrinya meninggal dan dikubur dengan menggunakan protokol kesehatan. Namun, sampai saat ini tidak ada satupun petugas yang datang memeriksanya dan kedua anaknya. (Baca. Lurah Penanae Minta Tim Gugus Tugas Turun Semprot Disinfektan dan Rapid Test)

“Tim Gugus Tugas tidak pernah datang untuk semprot dan Rapid Test kami,” ungkap Usman.

Meski sejak awal ia tidak percaya istrinya terpapar Covid-19, karena menderita tumor dan pernah dioperasi di Mataram. Namun ia pun harus mematuhi ketentuan pemerintah agar dimakamkan dengan menggunakan protokol kesehatan.

Tapi jika demikian, mestinya dia dan 2 anaknya juga harus dirapid test untuk mengetahui apakah ikut terpapar atau tidak.

“Semprot disinfektan hanya di masjid Wenggo saja, di rumah kami tidak disemprot. Saya dan anak – anak saya juga tidak dirapid test,” terangnya.

Usman mengakui, hingga saat ini ia bersama 2 orang anaknya tidak merasakan apa – apa, atau gejala yang mengarah ke derita Virus Corona. Tapi paling tidak, keluarga yang ditinggalkan juga harus diperiksa. Minimal untuk memastikan mereka tidak terpapar virus dimakdum

“Ya harapan kita, rumah kami ini sejak awal disemprot disinfektan dan kami dirapid test,” tambahnya.

*Kahaba-01

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kabar Terbaru