Kabar Kota Bima

Ritel Modern Menjamur, Usik Rasa Keberpihakan pada Pedagang Kecil

856
×

Ritel Modern Menjamur, Usik Rasa Keberpihakan pada Pedagang Kecil

Sebarkan artikel ini

Kota Bima, Kahaba.- Ritel modern Alfamart dan Indomaret menjamur di Kota Bima. Saat ini saja, dari 27 unit yang direncanakan masuk, sudah beroperasi sebanyak 21 unit.

Ritel Modern Menjamur, Usik Rasa Keberpihakan pada Pedagang Kecil - Kabar Harian Bima
Anggota DPRD Kota Bima Amir Syarifuddin. Foto: Ist

Keberadaan ritel tersebut pun kembali mendapat sorotan dari wakil rakyat Kota Bima. Adalah Amir Syarifuddin, duta PKS yang dikenal vocal tersebut menyampaikan perspektif kritisnya melihat bisnis yang mengancam para pedagang kecil tersebut.

Menurut dia, sedari awal pihaknya menolak kehadiran retail modern yang berlevel nasional itu. Bukan karena tidak setuju dengan investasi hadir di Kota Bima, tetapi dalam kajian waktu itu karena setelah pandemi Covid, para pelaku ekonomi kecil seperti warung dan kios banyak yang gulung tikar.

“Mereka belum mapan dan mandiri, adalah tugas Pemerintah untuk memulihkan keadaan itu,” katanya pada media ini, Selasa malam (18/10).

Maka melihat kenyataan ini sambung Amir, jika pemerintah terburu-buru memberi izin pada ritel modern apalagi berkelas raksasa, maka sama saja mematikan para pedagang kecil.

“Coba saja lihat hari ini, ritel ini tumbuh bagai jamur di musim hujan. Dan yang mengecewakan, sikap pemerintah yang terlalu normatif masih berkutat pada masalah prosedural izin,” ungkapnya.

Amir juga mengaku belum mendengar apa langkah pemerintah disaat ritel ini bertambah. Apakah ada korelasinya dengan pertumbuhan dan peningkatan ekonomi kecil? Atau misalnya dari kemitraan ritel modern dengan UKM sudah sampai dimana efek positifnya?

“Kan kita tidak mendengar itu, ataukah aturan tidak memberikan kewenangan sedikitpun untuk mengatur jarak dan lokasi ritel itu pada pemerintah daerah?,” tanya Amir.

Sekali lagi tambahnya, masyarakat tidak mungkin melawan zaman. Tumbuhnya ritel modern adalah bagian dari perkembangan zaman. Tetapi tugas negara di antaranya adalah melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, serta memajukan kesejahteraan umum.

“Maka jangan lupakan orang-orang kecil, karena mereka tidak akan mampu melawan pemodal besar. Untuk itu pemerintah tolong dikaji dan dievaluasi lagi, jangan sampai niat baik kita membangun kota ini, tetapi di sisi lain kita sedang membunuh usaha kecil,” tambahnya.

*Kahaba-01