Kabar Kota Bima

RPJMD Kota Bima 2025-2029 Disusun, Wakil Wali Kota Tekankan Partisipasi Publik

60
×

RPJMD Kota Bima 2025-2029 Disusun, Wakil Wali Kota Tekankan Partisipasi Publik

Sebarkan artikel ini

Kota Bima, Kahaba.- Wakil Wali Kota Bima Feri Sofiyan secara resmi membuka Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Bima Tahun 2025-2029, di Aula Bappeda Kota Bima, Kamis 20 Maret 2025.

Kegiatan konsultasi publik RPJMD Kota Bima 2025-2029. Foto: Ist

Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah (Sekda), Ketua DPRD Kota Bima, Inspektur, seluruh Staf Ahli, Asisten, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kepala Bagian (Kabag), serta para Camat dan Lurah yang diundang secara resmi.

Konsultasi publik ini bertujuan untuk menyelaraskan visi dan misi pembangunan daerah dengan kebijakan nasional dan provinsi. Selain itu, kegiatan ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan masukan dan usulan terkait berbagai sektor pembangunan, termasuk infrastruktur, pendidikan, kesehatan, ekonomi, serta lingkungan hidup.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Bima menegaskan bahwa RPJMD merupakan dokumen strategis yang menjadi pedoman pembangunan Kota Bima selama lima tahun ke depan.

Oleh karena itu, partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat sangat diperlukan agar kebijakan yang disusun benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi warga.

“Kami ingin memastikan bahwa pembangunan Kota Bima berjalan sesuai harapan masyarakat dengan memperhatikan berbagai aspek strategis,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh peserta untuk menyatukan persepsi dalam perancangan RPJMD Kota Bima agar lebih efektif dan inklusif.

“Mari kita berikan gagasan dan ide agar rancangan RPJMD ini menjadi ideal serta mampu merangkul seluruh kalangan masyarakat,” tambahnya.

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kota Bima untuk mendengarkan langsung berbagai masukan dari masyarakat dan pemangku kepentingan. Dengan adanya konsultasi publik ini, diharapkan RPJMD yang disusun dapat lebih partisipatif, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan nyata masyarakat.

*Kahaba-01