KPU Gelar Debat Publik Pasangan Calon

Kota Bima, Kahaba.- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bima Jumat kemarin menggelar acara debat calon pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Bima di kantor DPRD Kota Bima. Acara tersebut dihadiri oleh semua pasangan calon Walikota dan Walikota Bima, dan sejumlah undangan lainnya.

Debat Kandidat Pasangan Calon Walikota Bima di Gedung DPRD Kota Bima

Debat Kandidat Pasangan Calon Walikota Bima di Gedung DPRD Kota Bima

Sesuai jadwal, acara dimulai sekitar pukul 14.00 wita. Di sekitar kantor tersebut pun pihak keamanan menerapkan pengawalan ketat. Mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Untuk simpatisan pasangan calon, tidak diperkenankan untuk berada di dalam halaman kantor DPRD Kota Bima. Terkecuali yang memiliki undangan khusus yang disebarkan oleh KPU Kota Bima.

Untuk memberikan pertanyaan kepada tujuh pasangan calon, KPU Kota Bima menghadirkan dua orang panelis. Masing-masing, Prof. Dr. Kahar Karim dari Universitas Muhammadiyah Mataram dan Dr. Kaharudin, SH, MH dari Universitas Mataram.

Ketua KPU Kota Bima dra. Nurfarhaty, MSi dalam sambutannya mengatakan debat publik pasangan calon tersebut merupakan upaya KPU Kota Bima memberi kesempatan kepada kandidat untuk menunjukan kemampuannya dalam mewujudkan rencana yang telah dijanjikan dalam visi dan misi dan program secara rasional dengan memberikan jawaban yang lebih jelas dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan panelis. “PASangan calon juga akan mengangkat masalah ke permukaan dan dapat menjernihkan sejumlah masalah yang akan ditampilkan sepotong-sepotong dalam kampanye bentuk lainnya,” ujarnya.

Kata dia, melalui debat publik ini pula pemilih dapat menyimak dan mencermati dengan baik kualitas diri dan kualitas program kandidat. Dan pada saat inilah bertemunya impian yang tertuang dalam visi kandidiat dengan harapan pemilih tentang apa dan bagaimana Kota Bima dibangun dalam masa bakti 2013 – 2018.

Ia melanjutkan, sebagaimana keadaan pemilih, begitulah pemimpin dipilih. Kualitas pemilih tercermin dalam kualitas pemimpin yang dipilihnya. Pemilih cerdas memimpin pemilih berkualitas, pemimpin yang ikhlas, siap menerima keputusan rakyat, terpilih atau tidak terpilih. “Kami bersama dengan seluruh jajarannya siap melindungi suara rakyat. Dan bersama dengan seluruh elemen masyarakat Kota Bima siap mewujudkan Pemilukada yang jujur, adil, damai dan bermartabat,” tegasnya.

Usai sambutan tersebut, acara kemudian dilanjutkan dengan acara inti yakni debat publik. Dimana masing-masing pasangan calon memilih secara acak kertas nomor urut yang sudah disiapkan panitia sebelum dimulainya pertanyaan dari panelis. Hasilnya, yang pertama memulainya adalah pasangan Feri Anang, dilanjutkan oleh pasangan Baru, Suri, Fersi, Jamin, Sujud dan Qurma. Masing-masing pasangan calon hanya diberikan waktu sebanyak dua menit.

Setelah itu, kembali pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Bima harus mengambil secara acak kertas yang berisi pilihan tentang kondisi Kota Bima untuk kemudian menjadi bahan presentase politik pasangan calon. Kemudian, panelis memberikan pertanyaan dari hasil pandangan mereka tentang kondisi daerah tersebut.

Acara terakhir yakni penyampaian orasi politik dan penyampaian visi misi singkat dengan durasi waktu masing-masing selama empat menit. [BK]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *