Rupa Jalan Masih ‘Terjajah’, Elemen Muda Demo Camat Sape

Kabupaten Bima, Kahaba.- Puluhan massa dari berbagai elemen muda seperti Komunitas Mahasiswa dan Pemuda Sape Utara (KAPSU), Forum Komunikasi Masyarakat Sape (FKMS), Forum Pemuda Peduli Desa Rai Oi (FPPDR), Forum Pemuda Peduli Desa Buncu (FPBD), Gerakan Pemuda Penolong (GP-ANSOR) Kecamatan Sape menuntut perbaikan jalan lintas Sape – Wera, Senin, 19 Agustus 2013.

Pengunjukrasa memblokor jalan lintas Sape - Wera diperbaiki. Fpto: Bob

Pengunjukrasa memblokor jalan lintas Sape – Wera diperbaiki. Foto: Bob

OKP se-Kecamatan Sape itu menggelar aksi demostrasi di depan Kantor Camat Sape Senin pagi. Kordinator aksi, Wahyu Ardiansyah mengunkapkan, sejak tahun 1990 hingga sekarang jalan lintas Sape–Wera tidak pernah di perhatikan. “Seakan pemerintah tidak punya mata apa yang menjadi keluhan masyarakat yang sudah puluhan tahun itu,” tandasnya.

Dalam orasinya, Wahyu mengatakan, masyarakat Sape dan Wera sudah menyampaikan aspirasinya lewat DPR RI, DPD, DPRD Kabupaten Bima maupun Kepada Bupati selaku  Pimpinan Pemerintah Daerah. Namun, aspirasi itu tidak pernah diindahkan. “Makanya kami menuntut perbaikan jalan itu lewat aksi demonstrasi,” ujarnya.

Dia berharap dengan adanya aksi ini dapat segera diindahkan aspirasi masyarakat Bima Timur ini. “Jika tidak segera diperbaiki dalam waktu dekat, maka kami akan membangun pagar batu dan memboikot jalan sepanjang 52 KM itu hingga lumpuh total,” ancamnya.

Senada dengan Wahyu, orator lainnya, Ridwan memaparkan, kemerdekaan hanya sebuah simbol yang diucapkan oleh pemerintah di momentum kemerdekaan negeri ini. “Faktanya, di Bima bagian timur belum mendapatkan buah atas janji kesejahteraan dari sebuah negeri yang merdeka,” ujarnya.

Kata Ridwan, jalan Lintas Sape-Wera merupakan jalan sumber ekonomi yang menghubungan dua kecamatan yang semstinya harus menjadi program prioritas pemerintah. “Jalan itu harus segera diperbaiki, jika tidak maka kami akan terus memboikot jalan provinsi ini,” tuturnya.

Mantan Kades Woja, Abdullah menambahkan, jika Camat Sape takut dengan Gubernur NTB, maka boleh mengajak pihaknya untuk melakukan komunikasi atas program perbaikan jalan ini.

“Camat Sape harus segera segera berkoordinasi bersama Kepala Desa se-Kecamatan Sape dan Wera, untuk memasukkan program perbaikan jalan ini di APBD Perubahan 2013, agar bisa langsung dikerjakan,” tandasnya. [B]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *