Macet Depan Toko Sumber Mas Dipersoalkan

Kota Bima, Kahaba.- Sudah tidak terhitung keluhan pengguna jalan terhadap carut marutnya kemacetan di jalan Sultan Kaharudin, tepatnya di depan Toko (UD) Sumber Mas yang terletak di kawasan komplek Pasar Raya Bima. Saat jam sibuk selalu saja terjadi kemacetan akibat banyaknya mobil pelanggan toko Sumber Mas yang parkir dan mengantri di areal bahu jalan. Pemerintah dan Polisi Satuan Lalu Lintas masih mencari solusi yang terbaik walau terkesan sudah angkat tangan terhadap fenomena itu.

Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Bima.

Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Bima.

Dari informasi yang diendus, diketahui bebasnya aktifitas bongkar muat yang terjadi di jalan depan Toko Sumber Mas, lantaran toko tersebut telah mengantongi izin pergudangan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bima. Sehingga, wajar bila pelanggan Toko Sumber Mas beraktifitas mengambil barang di lokasi itu.

Sementara itu, beberapa pihak kerap mengingatkan Pemkot Bima untuk meninjau ulang ijin tersebut. Namun, sampai saat ini tak direspon jua. Hal tersebut menjadi pertayaan besar bagi masyarakat Kota Bima. Apalagi di lokasi itu tak jauh dari rambu–rambu lalu lintas. Idealnya, posisi itu dilarang untuk parkiran dan bongkar muat barang.

Adi, salah seorang warga Kota Bima, mengeluh dengan keadaan macetnya jalan di depan Toko Sumber Mas. “Namun, protes terhadap Pemerintah yang memang tak mau mencari jalan keluar tentu tak ada gunanya,” gumamnya.

Seperti pantauan Kahaba, beberapa hari terakhir, sejak pukul 09.00 Wita , sepanjang jalan Sultan Kaharudin sebelum lampu merah, pas di depan Toko Sumber Mas tetap terjadi kemacetan. Terlihat kendaraan padat merayap, padahal jalan di lokasi tersebut begitu lebar untuk dilalui, jika tidak menjadi lahan parkiran dan bongkar muat barang.

Akibatnya, sepanjang kurang lebih 300 meter di lokasi itu terlihat di padati kendaraan baik roda dua dan empat. Hampir mobil dengan bak terbuka yang merupakan pelanggan toko Sumber Mas bergantian tak ada hentinya hingga sore menjelang yang merupakan penyebab kemacetan yang terjadi.

Pembeli di toko itu hampir tak pernah sepi, karena memang Toko Sumber Mas dikenal sebagai penyalur sembako dan makanan ringan terbesar di Kota ini. Walau petugas dari Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Bima sering berada di kawasan itu dan mengatur lalu lintas kendaraan yang ada, tetap tidak mampu mengurangi kemacetan yang terjadi.

Pertanyaan pun muncul! Di jalan protokol itu ada bongkar muat barang–seolah ada perlakuan khusus dari pemerintah untuk toko yang dimiliki warga keturunan tersebut. Mungkinkah pemerintah segan dengan pemilik Toko Sumber Mas?

Salah satu pengguna jalan, Wahyudin menduga ada udang dibalik batu antara Toko Sumber Mas dan Pemerintah Kota Bima. “Kalau Toko Sumber Mas beroperasi, pasti terjadi kemacetan. Tidak pagi, tidak siang selalu saja macet,” katanya. Terang Wahyu, karena sering terjadi kemacetan di lokasi itu, terlihat beberapa pengguna jalan roda dua, banyak yang mengambil jalur alternatif dengan masuk ke dalam gang di kawasan pemukiman warga Kelurahan Paruga.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Bima-Kota, Iptu Herman mengatakan, pihaknya tidak dapat berbuat banyak, karena dalam aturan yang ada, pihak Dishubkominfo yang memiliki kewenangan dalam hal pengaturan berlalu lintas. “Saya pernah menghadiri rapat koordinasi dengan Pemkot Bima, ternyata yang menjadi biang kemacetan yaitu aktifitas bongkar muat toko Sumber Mas. Itu tidak dapat ditindak, karena memang toko tersebut mengantongi izin pergudangan,” jelasnya.

Kata Herman, pihaknya sudah berkordinasi dengan Pemkot Bima, agar segera meninjau status ijin penggudangan terhadap pemilik Toko Sumber Mas. Menurut Herman, dari pantauannya, tidak ada rambu-rambu lalu lintas dilarang parkir di sepanjang jalan tersebut sehingga memungkinkan pengguna jalan memarkir kendaraannya dengan bebas. Apalagi, beberapa puluh meter dari situ ada lampu merah, akibatnya, memperparah terjadinya kemacetan. “Solusinya adalah Pemkot Bima dapat meninjau izin penggudangan Toko Sumber Mas itu,” tandasnya.

Sebelumnya, Kepala Dishubkominfo Kota Bima, Ach Fathoni mengatakan, petugas selalu ada di lokasi dan mengatur lalu lintas untuk mencegah masalah kemacetan yang terjadi. “Kami sudah sering kali memberikan peringatan pada para pemilik kendaraan yang parkir di situ. Tapi,  kendaraan yang parkir rata-rata jenis bak terbuka yang merupakan milik pelanggan toko sumber mas,” jelas Kadis yang akrab  dipanggil Toni ini.

Pihaknya telah beberapa kali melakukan rapat koordinasi dengan pihak terkait. “Rekayasa lalu lintas untuk pengalihan kendaraan pun tidak mungkin dilakukan, karena tak ada jalan alternatif. “Untuk itu, ke depan akan tetap dicarikan solusi agar di jalan itu tidak lagi terjadi kemacetan,” kata Toni. [BS]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *