Gepeng Marak di Kota Bima

Kota Bima, Kahaba.- Tak sulit menjumpai gelandangan dan pengemis (Gepeng) di Kota Bima, hampir di setiap sudut kota, di pasar dan di perkantoran, mereka ada dengan cara meminta-minta. Ironisnya, Pemerintah daerah seolah menutup mata, tak diperhatikan tapi terkesan dipelihara.

Ilustrasi

Ilustrasi

Wilayah operasi mereka pun tak hanya di pasar dan di kantor, tapi sudah merambah di setiap rumah warga. Hal ini menjadi pertanyaan sejumlah masyarakat. Sepertinya, perlu dilakukan upaya untuk meminimalisir perkembangannya.

“Pemerintah harus segera memikirkan itu. Jangan sampai ini menjadi tradisi yang dilegalkan oleh pemerintah,” sorot salah seorang warga Lingkungan Suntu Kelurahan Paruga, Amirudin.

Menurutnya, ada tiga faktor yang menyebabkan banyaknya Gepeng di Kota Bima, seperti faktor ekonomi, broken home, atau sedang mengembangkan kemampuan seni. Terkait hal ini, seharusnya Gepeng harus dilindungi oleh konstitusi Negara, karena mereka juga anak-anak Bangsa yang harus mendapat porsi perhatian yang sama dengan anak-anak lain.

Ia berharap, ada pembinaan dan jaminan yang sebaik-baiknya dari pemerintah melalui Dinas Sosial. Perlu juga ada bantuan dari pemerhati sosial, pemerintah, agar ada solusi terbaik. ”Tak adanya upaya pemerintah, maka anak jalanan di kota Bima semakin marak. Perlu ada upaya yang maksimal, minimal di bangun yayasan khusus untuk menampung mereka,” tandasnya.

Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Bima, H. Muhidin AS Dahlan mengaku, upaya untuk mengurangi anak jalanan di Kota Bima kerap kali dilakukan. Hanya saja, untuk memaksimalkan upaya tersebut belum mampu dilakukan, karena mengingat minimnya  anggaran. ”Upaya tetap kita lakukan. Tapi untuk mengoptimalkan hal itu sulit, karena anggarannya terbatas,” ujarnya, Rabu (06/11/13).

Dalam hal ini, pihaknya telah mengusulkan anggaran ke pemerintah pusat untuk penambahan anggaran, agar Dinsos bisa memaksimalkan upaya untuk membantu Gepeng. Dia mengaku, selama ini Gepeng hanya dibantu dengan memberikan usaha perbengkelan. *SYARIF

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *