Trauma Dianiaya, Tahanan Polsek Nekat Makan Baygon

Kabupaten Bima, Kahaba.- Tidak tahan dianiaya, Ahmad (20), warga Desa Nggaro Kecamatan Woha Kabupaten, nekat memakan obat nyamuk bakar jenis baygon. Aksi nekat Ahmad yang berniat mengakhiri hidupnya itu, terjadi Selasa (03/12/13) pagi di dalam sel tahanan Polsek Woha.

ilustrasi

ilustrasi

Untungnya, aksi nekat Ahmad diketahui dan cepat dibawa ke RSUD Bima saat itu juga. Ahmad merupakan tahanan dalam kasus dugaan pencurian uang. Dia diduga dipukul oleh dua orang anak buah pemilik uang yang juga bosnya sendiri, Fd (40).

Di ruangan perawatan RSUD Bima, Ahmad mengaku, mengambil uang milik Fd. Namun, katanya, sebagian uang tersebut sudah dikembalikan.

Kendati sudah mengembalikan sebagiannya, Ahmad mengaku tetap dianiaya di kediaman Fd sejak Minggu (01/12/13). Setelah mendapatkan pukulan bertubi-tubi, dirinya kemudian dibawa oleh dua orang anggota Polsek Woha.

Tidak sampai di situ, ungkap Ahmad, sesampai di Mapolsek Woha dirinya kembali dianiaya anak buah pemilik uang. ”Bukan Polisi pak yang pukul saya, tetapi anak buah dari bos saja,” ujar Ahmad sembari menahan sakit. “Memang dalam kantor Polsek Woha saat kejadian tidak ada yang melihatnya, tapi kejadian itu terjadi di dalam kantor polisi,” ujarnya lagi.

Penganiayaan itu membuat Ahmad trauma. Takut dianiaya lagi, dirinya pun nekat memakan obat nyamuk bakar di dalam Mapolsek setempat. “Saya makan menjelang subuh, sekitar jam enam baru saya rasakan mulut saya berbusa,” katanya.

Kapolsek Woha, AKP Usman, membantah adanya pemukulan tahanan oleh orang lain di dalam wilayah Polsek Woha. “Tidak benar itu, tidak ada yang memukul dia (Ahmad),” tandasnya.

Lanjut Usman,  mengenai salah satu tahanan memakan obat nyamuk bakar merk baygon, itu tidak benar. Sebelum dibawa ke rumah sakit, Ahmad mengeluarkan busa dari mulutnya.

Dokter jaga IGD RSUD Bima, dr. Nurfatanah, membenarkan Ahmad sebelumnya dirawat di ruangan IGD RSUD Bima. Ahmad dibawa oleh kerabatnya da tiba di RSUD sekitar pukul 09.00 Wita.

Saat itu, kondisi Ahmad mengeluarkan busa dari mulutnya. Hasil analisa medis, Ahmad mengalami keracunan. “Kita sudah lakukan tindakan medis dan kini dia (Ahmad) sudah dirawat di ruangan Zal Dalam. Dia sudah membaik sekarang,” ujar Fatanah.

*DEDY

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

  1. hendra irawansyah

    pak usman kapolsek woha, anda kok biarkan anggotanya mukulin orang dikantor polsek, gentelment dong bro…anda perwira lo…makin anda mangkir, makin anda disalahkan oleh masyarakat….susah ya minta maaf..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *