Makam Mantan Bupati Masih Ramai Dikunjungi

Kota Bima, Kahaba.- Kepergiannya yang tiba–tiba, menyisakkan duka yang dalam. Gambaran kesedihan tidak hanya dirasakan oleh keluarga, tapi juga masyarakat Kabupaten dan Kota Bima. Hingga hari kesembilan, Sabtu (4/1) makam mantan Bupati Bima H. Ferry Zulkarnain, ST masih terus dikunjungi. Tak sedikit yang duduk bersila di depan makam pria yang juga menjadi Sultan Bima ke 16 itu.

Makam Almarhum H. Ferry Zulkarnain, ST di Dana Traha. Foto: BIN

Makam Almarhum H. Ferry Zulkarnain, ST di Dana Traha. Foto: BIN

Sabtu sore itu, terlihat sekitar puluhan orang yang berada di makam mantan orang nomor satu di Kabupaten Bima itu. Ada yang khusuk mengirimkan doa di depan makam, dan sebagian orang lain menunggu giliran untuk bisa berada lebih dekat dengan makam yang bertempat di Dana Traha tersebut.

Saleh, penjaga Kuburan Dana Traha mengaku, sejak Sultan Bima itu dimakamkan, setiap harinya selalu dikunjungi. Waktunya, sekitar sore hari sampai sebelum waktu Sholat Isya. “Setiap harinya yang dating sekitar puluhan orang. Ada pegawai dan pejabat dan juga masyarakat dari berbagai Kecamatan di Kabupaten Bima. Mereka ada juga yang dating menggunakan Bis,” ujarnya.

Kata dia, tidak hanya dari masyarakat Kabupaten Bima, tapi juga ada dari Kabupaten Dompu dan Kota Bima. “Tiba di makam, biasanya membacakan Surat Yasin,” katanya.

Penjaga dari kediaman mantan Bupati Bima, Gun juga mengakuinya. Dari pihak keluarga, bahkan datang tiga kali sehari. Sampai hari ini pun, pagi sore dan malam tetap datang,” tuturnya.

Yang ramai, menurutnya, bila hari Minggu pagi. Orang yang datang jalan santai, juga menyempatkan diri melihat makam Bupati Bima. “Rencananya kami akan menjaga sampai 44 hari nanti. Sebanyak 10 orang dari Pendopo bergantian menjaga selama 24 jam,” ucapnya dan menambahkan suasana Dana Traha di sekitar pemakaman sudah diterangi semua.

Salah seorang pengunjung, Nasarudin asal Kelurahan Pane yang bekerja di Irian Jaya mengaku baru tiba di Bima dan memang berniat untuk ziarah di makam mantan Bupati Bima. “Setelah mendengar berita kematian beliau, saya memang ingin sekali ziarah dan melihat makamnya,” katanya.

Pengunjung lain, Asmiyati asal Kecamatan Woha mengaku sudah dua kali berziarah di makam mantan Bupati Bima. Sore hari, bersama dengan keluarga dan anak anaknya, berziarah dan membacakan surat yasin.

Ditanya tentang H. Ferry Zulkarnain, ST, kendati dirinya hanya masyarakat biasa dan tidak begitu kenal, namun Sultan Bima itu merupakan sosok yang luar biasa. “Kami tidak bisa mengungkapkannya dengan kata kata. Tentu kepergian beliau, siapa pun akan merasa kehilangan,” ujarnya.

*BIN

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *