Jelang Idul Fitri, Banyak Calo Emas

Kota Bima, Kahaba.- Jelang hari raya Idul Fitri, tidak hanya toko pakaian di pasar Bima yang ramai dipadati masyarakat, toko emas pun terlihat ramai dikunjungi. Calo emas terlihat memadati teras pemilik toko.

Nampak sejumlah calo emas yang menunggu kedatangan penjual emas di pasar Bima. Foto Bin

Nampak sejumlah calo emas yang menunggu kedatangan penjual emas di pasar Bima. Foto Bin

Sejak pagi, ibu – ibu paruh baya sudah terlihat bejubel di depan sejumlah toko emas Pasar Bima. Sembari menanti tibanya pengunjung, terlihat mereka sesekali bercanda dan seketika berdiri menyambut kedatangan pengunjung.

Asinah (53) warga Kelurahan Salama Kota Bima, mengaku sudah puluhan tahun menekuni profesi itu. Namun, hanya berlaku jelang hari Raya Idul Fitri saja. “Lumayan untuk menambah rejeki,” ujarnya, Senin (21/7).

Diakuinya, rejeki hanya didapat dari masyarakat yang datang menjual emas, itupun emas yang tidak memiliki surat – surat.

“Kalau emas yang memiliki surat, tidak perlu melalui kami. Bisa langsung dijual di dalam toko emas,” katanya.

Yang didapat pun tidak seberapa, hanya menanti pemberian pemilik emas yang laku terjual. Dari 1 gram emas, biasanya diberi upah sebanyak Rp 10 ribu.

“1 gram emas di jual ke kita sekitar Rp 370 ribu. Setelah itu, kita jual ditempat lain, sekitar 780 ribu. Syukur untung kita bisa Rp 10 ribu,” tuturnya.

Tapi jika ada pengunjung yang datang menjual emas sebanyak 10 gram, untung mereka pun bisa banyak. “Dari 10 gram emas, kita bisa dapat untung sekitar Rp 50 ribu,” terangnya.

Hal yang sama juga di katakan Jumrah, warga Kelurahan Rabangodu Utara Kota Bima. Profesi yang sudah dijalaninya belasan tahun itu cukup menambah uang untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri.

Sementara itu, Pemilik tokok Emas Ujung Pandang, Feri Candra mengaku Setiap lebaran selalu ada peningkatan pengunjung. Baik yang membeli atau menjual. “Meningkatnya sekitar belasan persen,” tandasnya.

Jumlah yang datang membeli dan menjual emas hampir sama. Namun Setelah lebaran, pengunjung banyak datang untuk menjual kembali emas.

*BIN

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

  1. Martinus Ibo Philipus Aru

    LUMAYAN KEUNTUNGAN PEGADAIAN DI BIMA PALING OKE SE INDO NEH SIAL, para sarjana di bima sulit diajak berkolaburasi mendirikan perusahaan pembiayaan, MEREKA HANYA BERPIKIR SK, HONOR, PNS, SERTIFIKASI, TUNJANGAN TERPENCIL, GAJI DOBEL. GA PERDULI GA TAU BAHASA MELAYUNYA SOKO JAGO, SERTIFIKASI TERUS…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *