Rawan Pangan di Langgudu Segera Ditangani

Kabupaten Bima, Kahaba.- Menyusul munculnya berita warga di Karampi yang mengkonsumsi gadung (Lede), di empat Desa Kecamatan Langgudu, Pemerintah segera melakukan penanganan.

Setelah diproses baru bisa dimakan. Foto: Erde

Warga Desa Karampi Makan Gadung. Foto: Erde

Melalui Rilis Kasubag Informasi dan Pemberitaan Bagian Humas dan Protokol Suryadin, S,S, M.Si, Bagian Humas dan Protokol Setda Kabupaten Bima, Sekda Kabupaten Bima, Drs. H.M. Taufik, HAK, M, Si juga telah memimpin rapat koordinasi penanganan kerawanan pangan dan menginstruksikan instansi terkait, BKP, BPBD, Dinas Sosial dan Bagian Administrasi Perekonomian setda untuk segera melakukan penanganan masalah kerawanan pangan di Langgudu.

Terkait dengan hal itu, Kepala BKP kabupaten Bima Ir. Muh Tayeb menyatakan sudah disusun peta kerawanan pangan yang harus ditangani secara prioritas, 22 Desa pada Kecamatan Lambu, Sape, Tambora.

Sementara berdasarkan hasil tinjauan lapangan Tim yang dipimpin Kabag Administrasi Perekonomian Setda Iwan Setiawan, SE, masyarakat Dusun Soro Bali dan Dusun Nanga Ni’u mengkonsumsi gadung sebagai pengganti beras sejak tiga bulan lalu.

Penyebabnya adalah karena gagal panen, sementara lahan pertanian yang ada seluas 25 Ha merupakan lahan pertanian tadah hujan yang ditanami sekali setahun dan tidak tersedia irigasi teknis.

“Dari sisi mata pencaharian Warga di kedua dusun ini merupakan nelayan yang sudah memiliki sampan tetapi tidak memiliki mesin ketinting, jaring serta alat tangkap,” terang Iwan melalui Rilis Bagian Humas dan Protokol Setda Kabupaten Bima.

Disamping itu, beras masyarakat miskin (Raskin) dibagi rata kepada seluruh warga atas kesepakatan dengan 5 kg per KK/bulan. Untuk mengatasi masalah rawan pangan ini, melalui Tim, masyarakat berharap Pemerintah Daerah memberikan bantuan pangan Cadangan Beras Pemerintah (CBP), Bantuan traktor, mesin air, pencetakan sawah baru 50 Ha.

Harapan lainnya, kata Iwan, Pemerintah daerah diharapkan mengalirkan air untuk pertanian dan memberikan bantuan mesin ketinting dan alat tangkap.

Diakuinya, landasan kegiatan yaitu ada instruksi gubernur NTB tentang kemarau panjang yang perlu diantisipasi oleh pemerintah daerah.

Salah satu antisipasinya adalah segera dilakukan distribusi beras (droping) ke empat Dusun pada dua Desa yaitu Karampi dan Sarae Ruma, dan masin menunggu laporan data KK miskin dari dua dusun sebagai acuan distribusi agar tepat sasaran.

Untuk kepentingan ini, Pemerintah daerah telah melakukan koordinasi intensif dengan Kepala Bulog Sub Div regional III Syaukani, dan pada prinsipnya pihak Dulog siap membantu beras sesuai kebutuhan.
Untuk tahap satu akan dilakukan distribusi selama tujuh hari dan waktunya dapat diperpanjang sampai 14 hari atau lebih setelah nantinya dilakukan evaluasi penyaluran bantuan.

*Bin/Hum

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *