Tiga Orang Ini Lantang Menolak Jadi Menteri Jokowi

Jakarta, Kahaba.- Presiden Joko Widodo belum juga mengumumkan siapa para pembantunya lima tahun mendatang. Dia sudah memanggil sejumlah nama calon menteri ke Istana Negara. Namun, tidak sedikit yang terang-terangan menolak tawaran menjadi menteri di kabinet Jokowi. Seperti dilansir di Tempo.co. Ini tiga orang dimaksud.

Tiga orang yang menolak jadi Menteri Pemerintahan Jokowi

Tiga orang yang menolak jadi Menteri Pemerintahan Jokowi

1. MUHAIMIN ISKANDAR

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa ini sebelumnya disebut-sebut sebagai calon Menteri Koordinator Pendidikan, Budaya, dan Pembangunan Manusia. Beberapa saat setelah muncul adanya kabar rapor merah sejumlah calon menteri, Muhaimin mengumumkan tidak bersedia menjadi pembantu Jokowi di kabinet.

Melalui akun Twitter pribadinya @MuhaiminIskndr, Muhaimin keberatan jika menduduki jabatan ganda menjadi Ketua Umum PKB dan Menteri. “Kayaknya aku lebih memilih konsentrasi jadi ketua umum PKB, karena memang lebih baik tidak merangkap dengan jabatan menteri. Mohon dukungan,” cuitnya.

2. RICHARD JOOST LINO

Nama lain yang menolak menjadi menteri adalah Direktur Utama Pelindo II Richard Joost Lino. Karena itu dia tak mempermasalahkan ketika nanti ada yang tak setuju dengan pencalonannya sebagai menteri. “Saya juga gak mau jadi menteri kok,” kata Lino di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Kamis, 16 Oktober 2014.

Lino sempat digadang-gadang menjadi kandidat Menteri Koordinator Maritim, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup. Lino disebut bersaing dengan mantan Kepala Staf TNI Angkatan Laut Tedjo Edhy Purdijatno dan Direktur Sumber Daya Perikanan dan Aquakultur Organisasi Pangan Dunia (FAO) Indroyono Soesilo.

 3. ABDULLAH MAKHMUD HENDROPRIYONO

Mantan Kepala Badan Intelijen Negara Jenderal Purnawirawan Abdullah Makhmud Hendropriyono mengatakan tak pantas jika disebut masuk dalam bursa calon menteri pemerintahan Joko Widodo dan Muhammad Jusuf Kalla. Dia beralasan umurnya sudah tak pantas menduduki jabatan menteri.

“Masak umur 70 tahun begini jadi menteri, emang (Jokowi) mau?” kata Hendropriyono kepada wartawan di Markas Komando Pasukan Pengamanan Presiden, Tanah Abang, Jakarta, Rabu, 22 Oktober 2014. Namanya disebut masuk bursa Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan. Dia akan bersaing dengan sesama purnawirawan jenderal, yakni Luhut Binsar Panjaitan, Ryamizard Ryacudu, dan Fachrul Razi.

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *