PMII Terima Anggota Baru di Ponpes Darul Furqan

Kota Bima, Kahaba.- Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bima kembali menggelar Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba). Kali ini, kegiatan rutin itu dipusatkan di Pondok Pesantren Darul Furqan Kelurahan Dodu Kota Bima.

Peserta saat mengikuti masa penerimaan anggota baru PMII Bima. Foto: Erde

Peserta saat mengikuti masa penerimaan anggota baru PMII Bima. Foto: Erde

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari itu, sedikit berbeda dari biasanya. Karena diselenggarakan secara akbar oleh gabungan seluruh Pengurus Komisariat di Bima.

Aliadin, Ketua PMII Komisariat STIE Bima mengatakan, peserta nampak antusias mengikuti proses kaderisasi. Terlihat dengan membludaknya peserta hingga mencapai 90 orang. “Ini mungkin yang terbanyak sepanjang kepengurusan dua tahun terakhir,” ujarnya.

Kata dia, para peserta yang ikut berasal dari perwakilan hampir semua kampus yang ada di Bima. Diantaranya, STKIP Bima, STKIP Taman Siswa Bima, STIE Bima, STIT Sunan Giri Bima, STIS Al Ittihad Bima, STIH dan STAIM Muhammadiyah Bima dan STISIP Mbojo Bima.

“Peserta paling banyak didominasi mahasiswa STKIP Bima dan STIT Sunan Giri Bima,” tuturnya.

Diakuinya, tempat kaderisasi kali ini memang sengaja dipusatkan di Pondok Pesantren. Tujuannya agar materi kaderisasi yang lebih banyak soal Islam bisa langsung diaplikasikan. Pondok Pesantren juga sangat menunjang karena memiliki kultur Islam yang selaras dengan semangat organisasi PMII berbasis ideologi Islam.

“Kita harus mulai mengangkat Pondok Pesantren karena disinilah generasi Islam dicetak,” imbuhnya.

Sementara itu, Perwakilan Pengurus Koordinator Cabang (PKC) NTB, Rafi’in M. Rum mengapresiasi pelaksanaan Mapaba yang digelar gabungan komisariat. Apalagi diikuti hampir semua delegasi kampus. Dirinya berharap, kegiatan itu mampu mencetak mahasiswa yang handal, intelektual dan religius.

“Saya yakin, keilmuan yang didapat mahasiswa di kampus sangat terbatas. Melalui organisasilah mahasiswa mendapat banyak bekal kompetensi untuk menunjang disiplin ilmu yang mereka dapat,” tandasnya.

Ia menambahkan, proses kaderisasi menjadi hal penting dalam setiap organisasi. Sebab kaderisasi menjadi penopang untuk memperkuat organisasi dan mewujudkan berbagai program yang akan dijalankan.

*Erde

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *