Diduga Menghina, RAPI Laporkan Pejabat Dishubkominfo ke Polisi

Kota Bima, Kahaba.- Diduga mencemarkan nama baik dan menghina organisasi Pengurus Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Kabupaten Bima dan Kota Bima, pengurus RAPI melaporkan oknum pejabat Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kabupaten Bima Chairil, SE ke Polisi.

Ilustrasi

Ilustrasi

Ketua RAPI Kabupaten Bima H. Jumrah mengaku atas nama pengurus dan anggota RAPI Kabupaten dan Kota Bima, Rabu (22/10) lalu melaporkan Chairil, SE karena ada bukti rekaman dari salah satu anggota RAPI, yang merekam perkataan dan penghinaan Chairil di frekuensi Orlok pada pukul 09.13 WITA.

“Ini tidak bisa dibiarkan, kalimat Chairil menjadi bukti pencemaran nama baik RAPI. Apalagi RAPI bukan organisasi sembarangan, tapi organisasi komunikasi yang diakui Pemerintah dan Undang – Undang,” jelasnya.

Kata dia, yang dilakukan Chairil tidak mencerminkan sebagai seorang pejabat. Karena itu, selain melapor ke pihak Polisi, RAPI juga meminta kepada Bupati Bima untuk memecat yang bersangkutan dari jabatannya.

“Perkataan Chairil sangat mengganggu privasi organisasi RAPI. Kalimatnya mencaci maki dan menuding RAPI tidak tahu aturan,” tuturnya meniru kalimat Chairil.

Laporan itu dilakukan, lanjut H. Jumrah, agar kedepan tidak terjadi hal serupa. Yang lebih penting, agar anggota RAPI yang mendengar masalah ini tidak bertindak anarkis. “Menghindari itu, secepatnya kami laporkan agar segera diperiksa,” tambahnya.

Secara terpisah Kepala Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Bima Kota melalui Kanit I, IPDA. Ma’rufudin membenarkan laporan itu.

“Laporan kami diterima hari Rabu (22/10) pukul 23.30 WITA. Berkas laporan sudah dilimpahkan ke Satreskrim Polres Bima Kota untuk ditindaklanjuti,” katanya singkat, Jumat (24/10).

Sementara itu, Chairil membenarkan masalah itu. Tetapi, bukan masalah besar, hanya salah paham. Pernyataannya di Radio itu tidak tertuju secara personal, tapi organisasi sosial.

“Itu Interaksi hobi saat mengudara. Kebetulan saat itu ada perdebatan soal beberapa pandangan yang membuat suasana jadi panas,” jelasnya, melalui HP.

Mengenai informasi dirinya yang sudah dilapor ke Polisi, ia mengaku sudah mendengarnya. Dan sedang diupayakan untuk dimediasi aparat. “Ini masalah biasa ko’ mas, tidak usah diperpanjang,” pintanya.

*Teta

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *