Rapat Terus Ditunda, Agenda Dewan Terbengkalai

Kabupaten Bima, Kahaba.- Anggota DRPD Kabupaten Bima utusan PPP Masdin S. Sos menyesalkan sikap pimpinan dan sebagian anggota dewan yang terus menunda-nunda putusan Paripurna tentang Tata Tertib (Tartib) Dewan. (Baca. Paripurna Dewan Ricuh, Rapat Berakhir Buntu)

Anggota DPRD Kabupaten Bima, Masdin S.Sos. Foto: Bin

Anggota DPRD Kabupaten Bima, Masdin S.Sos. Foto: Bin

“Kalau begini terus caranya, banyak agenda dewan untuk kepentingan rakyat yang terbengkelai,” keluhnya.

Menurut dia, perbedaan pandangan mengenai laporan kerja Panitia khusus (Pansus) Dewan, jelas. Apakah diterima atau ditolak. ”Hanya itu saja, untuk apa ditunda-tunda terus. Kalau tidak bisa dengan musyawarah ya di vooting saja,” tegasnya, Kamis (30/10). (Baca. Lagi, Paripurna DPRD Kabupaten Bima Ditunda)

Menurut Masdin, vooting diatur jelas dalam beracara dewan, kalau ada perbedaan pandangan dalam setiap pengambilan keputusan, solusi terakhir dengan suara terbayak. Meski musyawarah untuk mufakat diutamakan.

Kata dia, jika Dewan terus bersikap seperti itu, kapan dewan mau menjalankan fungsinya. Sementara agenda dewan begitu padat. Dalam waktu dekat pembahasan Rancangan APBD Tahun 2015 dan sejumlah tugas pengawasan yang juga perlu ditindaklanjuti untuk kepentingan pembangunan.

”Sejak dilantik sampai sekarang Dewan Kabupaten Bima tidak ada kerjaan. Hanya makan gaji buta, Sementara masih banyak pekerjaan lain yang harus dilaksanakan, selain Paripurna tentang Tatib,” ujarnya dengan nada kesal.

Ia bahkan menduga, ada kepentingan terselubung antara partai fraksi besar yang menyandera fraksi kecil. Seperti fraksi PAN yang ingin keterwakilannya dalam Banggar lebih banyak. Berbeda dengan delapan fraksi lainnya seperti Golkar sudah legowo jumlah keterwakilan di Banggar maupun Banmus seimbang.

“Inikan kan lucu, tidak produktif. Semuanya semakin tidak jelas. Kasihan rakyat,” tambahnya.

*Abu

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *