Aksi Sweeping Warga Dinilai Brutal

Kota Bima, Kahaba.- Menyusul aksi anarkis warga dan jatuhnya korban saat bentrokan (Baca. Bentrok Dara-Tanjung Pecah, Satu Orang Tewas), Rabu (22/12) siang, puluhan Personil Kepolisian dari Satuan Brimob menyisir (sweeping) ke dalam perkampungan Kelurahan Tanjung.

Situasi Kompleks pertokoan Kota Bima Sepi, Karena Aparat masuk menyisir dalam perkampungan. Foto: Erde

Situasi Kompleks pertokoan Kota Bima Sepi, Karena Aparat masuk menyisir dalam perkampungan. Foto: Erde

Tindakan itu dilakukan untuk mencari oknum provokator pembakaran Kantor Polseksub dan warga yang menggunakan senjata api saat bentrokan.

Hanya saja, sejumlah jurnalis yang hendak meliput di lapangan tak diperkenankan mengambil gambar dan mengikuti. Jurnalis hanya bisa menyaksikan dari jarak jauh. Apa yang dilakukan mereka di dalam perkampungan tak diketahui pasti.

Bahkan, warga yang menyaksikan terbakarnya Kantor Polsubsek tak diijinkan dan dibubarkan paksa. Tembakan peringatan juga dikeluarkan aparat agar warga menjauh.

Pantauan Kahaba, tak lama berselang aksi penyisiran, mobil ambulan silih berganti membawa sejumlah korban. Beberapa kali personil Kepolisian berpakaian preman juga ikut membawa korban yang terlihat bersimbah darah. Sebagian besar dari mereka adalah anak-anak.

Salah satu warga Tanjung, Tudiansyah membenarkan adanya aksi sweeping yang dilakukan Satuan Brimob. Hanya saja, Ia menyesalkan sweeping yang dilakukan terkesan brutal dan membati buta.

Pasalnya, warga yang tak terlibat juga ikut dipukuli dan dihantam dengan popor senjata. Bahkan, ada yang ditembak menggunakan peluru karet dengan sengaja.

“Aksi sweeping ini sudah sangat brutal karena menyisir warga hingga ke dalam rumah tanpa ampun. Anak-anak juga ikut dipukuli. Rumah-rumah dan kendaraan warga yang dilihat dirusak,” ujarnya.

*Erde

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *