Pemkot Bima Gelar Operasi Pasar Murah

Kota Bima, Kahaba.- Dalam rangka menyambut Hari Jadi Kota Bima ke-13 Kota Tahun 2015, Pemerintah Kota (Pemkot) Bima melalui Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Kota Bima, bekerjasama dengan Bulog Sub Divre II Bima menyalurkan 1140 paket sembako bersubsidi pada kegiatan Operasi Pasar Murah, di Lapangan Serasuba Kota Bima, Selasa (17/3).

Wakil Walikota Bima H. A. Rahman H. Abidin, SE

Wakil Walikota Bima H. A. Rahman H. Abidin, SE

Wakil Wali Kota Bima, H. A. Rahman H. Abidin SE, dalam sambutannya mengatakan, kegiatan semacam itu dapat ditingkatkan setiap tahunnya. Jika pada tahun lalu, dalam setahun ada tiga kali penyaluran sembako bersubsidi, tahun ini lima kali. “Tahun depan bisa ditingkatkan baik kuantitasnya pun kualitas,” janjinya.

Pada masyarakat tidak mampu selaku penerima manfaat, diharapkannya, bantauan yang bersifat stimulant itu, dapat dimanfaatkan dan bernilai guna, untuk menunjang kebutuhan pokok sehari-hari.

“Pemerintah selalu berusaha semaksimal mungkin melayani dan memberikan yang terbaik pada masyarakat. termasuk subsidi kebutuhan pokok masyarakat,”ujarnya.

Sementara itu, Kabid Perdagangan, Ratnaningsih, SE pada laporannya mengatakan, ribuan paket sembako bersubsidi tersebut terdiri dari minyak goreng, beras dan gula pasir.

Sesuai rencana yang telah disiapkan, 1140 paket sembako bersubsidi akan dibagikan pada warga tidak mampu di wilayah Kota Bima.

“Tujuannya, selain dalam rangka menyambut Hari Jadi Kota Bima, juga dimaksudkan untuk menyeimbangkan kemampuan warga tidak mampu terhadap daya beli disaat harga barang meningkat dan kurs rupiah pada dolar yang semakin melemah,” jelasnya.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

  1. bagus shhhh tapi untuk beli beras raskin aja susah pak wakil…. apalg untuk beli sambako…. bapak ke lapangan coba tanya.. kadang beras raskin aja di jual ke tetanga yang punya uang… klo untuk beli sembako malah kalangan menengah bukan kelas bawah… mohon di cek………. apa benar sambako di beli oleh masyarakat rendah…. kebanyakan data yang masuk ia tp dilapangan tidak…..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *