Perkuat Ukhwah, GP Ansor Gelar Zikir dan Do’a

Kabupaten Bima, Kahaba.- Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Bima berencana menggelar kegiatan dzikir dan do’a pada Minggu (22/3) mendatang. Kegiatan itu akan dilaksanakan di Pondok Pesantren Al Husaini Kota Bima. Melibatkan peserta dari kalangan pelajar, mahasiswa, OKP, Ormas, dan Tokoh masyarakat. Selain dzikir dan do’a, juga akan dirangkaikan dengan ceramah agama.

Ilustrasi

Ilustrasi

Ketua Panitia Kegiatan, Adiman Husain, SPdI mengatakan, Tema yang diangkat dalam kegiatan tersebut yakni Memperkuat Ukhwah, Tingkatkan Kerukunan Masyarakat Dana Mbojo. Sesuai dengan itu, kegiatan keagamaan bertujuan untuk mendo’akan, sekaligus membangun silaturrahmi dan kerukunan hidup antar masyarakat Kota dan Kabupaten Bima.

“Rencana kita, kegiatan ini akan mengundang sekitar 100 peserta. Acaranya dimulai sekitar pukul 07.30 WITA. Diawali dengan dzikir dan do’a, setelah itu dilanjutkan dengan ceramah agama. InsyaAllah akan diisi Ustad H. Adnin, SQ, MPdI,” jelasnya, Kamis siang.

Lanjut Adiman yang juga Sekretaris GP Ansor Kabupaten Bima ini, kegiatan tersebut akan rutin dilaksanakan setiap tahun. Dengan harapan masyarakat Bima dijauhkan dari segala bencana dan semakin terjalin ukhwah serta kerukunan hidup antar sesama.

“Apalagi belakangan ini, masyarakat Bima kerap dilanda musibah, konflik, perkelahian antar kampung dan berbagai persoalan yang memecah belah hubungan persaudaraan,” ujarnya.

Adiman menambahkan, dzikir dan do’a sangat banyak manfaatnya. Diantaranya, mendatangkan keridhaan Allah, menghilangkan kesedihan dan kemuraman hati, melapangkan rizki, menumbuhkan rasa cinta yang merupakan ruh Islam, menjadi inti agama, poros kebahagiaan dan keselamatan.

Dzikir juga merupakan pintu cinta, dan jalan untuk itu sangat agung dan lurus. Selain itu, menumbuhkan perasaan bahwa dirinya di¬awasi, sehingga mendorongnya untuk selalu berbuat kebajikan. Membuahkan ketundukan, yaitu berupa ke¬pasrahan diri kepada Allah dan kembali kepada-Nya.

“Yang paling penting lagi, dzikir dan do’a membuahkan kedekatan kita kepada Allah. Se¬berapa jauh kita melakukan dzikir kepada Allah, maka sejauh itu pula kedekatan kita kepada Allah, dan seberapa jauh kita lalai melakukan dzikir, maka sejauh itu jarak yang memisah¬kannya kita dengan Allah,” tandasnya.

*Erde

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *