Pemkot Bima Tetap Bangun Sayap Kantor Walikota

Kota Bima, Kahaba.- Wakil Walikota Bima H. A. Rahman H. Abidin yang hadir menyampaikan jawaban atas Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Kota Bima Terhadap Raperda Kota Bima Tentang APBD Tahun 2016 mengatakan tetap mengupayakan pembangunan sayap Kantor Walikota Bima. (Baca. Fraksi PKN Tolak Kota Tepian Air dan Sayap Kantor Walikota Bima)

Wakil Walikota Bima saat menyampaikan jawaban pandangan umum fraksi. Foto: Bin

Wakil Walikota Bima saat menyampaikan jawaban pandangan umum fraksi. Foto: Bin

Dalam naskah jawaban Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi yang dibacakan, justeru tidak tercantum jawaban pandangan untuk Fraksi Persatuan Kebangkitan Nasional (PKN), yang menolak program Kota Tepian Air (Water From City) dan pembangunan sayap kiri kanan kantor Walikota Bima.

Namun pada jawaban Pemandangan Umum Fraksi Partai Amanat Nasional, Wakil Walikota Bima menyebutkan, dalam rangka mewujudkan komitmen Pemerintah Kota Bima untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, maka pada Tahun Anggaran 2016 tetap mengupayakan pembangunan sayap Kantor Walikota Bima, dengan tetap memperhatikan kemampuan dan ketersediaan anggaran, tanpa mengabaikan prioritas pembangunan sektor lain.

Sementara jawaban untuk penolakan program Kota Tepian Air (Water From City) oleh Fraksi PKN, Wakil Walikota Bima memberi pemandangan fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya. Kata dia, rencana Pemerintah untuk melakukan kegiatan penimbunan wilayah Amahami, merupakan bagian dari Grand Design pengembangan kawasan terpadu Ni’u–Kolo.

Dimana pengembangan kawasan tersebut telah berpedoman pada Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Bima Tahun 2012. Sehingga kedepannya dapat merubah estetika Kota dan pada akhirnya menjamin iklim investasi, pembukaan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan masyarakat.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *