Demokrat Ajak Masyarakat Kembali Bersatu

Kabupaten Bima, Kahaba.- Partai Demokrat selaku partai pengusung Pasangan Calon (Paslon) Nomor Urut 3, H Syafrudin – H Masykur (SYUKUR) mengajak seluruh komponen masyarakat kembali bersatu dan tidak lagi terkotak-kotak. Serta menerima hasil Pilkada dengan besar hati dan lapang dada.

Anggota DPRD Kabupaten Bima, Muhidin. Foto: Ady

Anggota DPRD Kabupaten Bima, Wahidin. Foto: Ady

“Kami harus jujur, bahwa kami dari Fraksi Demokrat yang mengusung Paslon Nomor Urut 3 mengakui Pasangan Nomor Urut 4 menang secara murni. Sehingga semua Paslon harus legowo mengakui keunggulan lawan tanpa ada celah lagi,” kata Politisi Partai Demokrat, Wahidin.

Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Bima ini mengatakan, kalaupun bukan Paslon Dinda – Dahlan (DINDA) yang menang, tentu juga harus diterima karena tetap akan menjadi Bupati Bima dan Bupatinya semua masyarakat Kabupaten Bima tanpa terkecuali.

Kata dia, semua harus menerima dengan lapang dada sepanjang tidak ada persoalan lain yang terjadi selama tahapan. Kompetisi yang berjalan sudah fear dan Ia melihat ketiga Paslon sudah bagus.

“Terutama Paslon dua karena hari itu juga mengakui kekalahan dan memberikan ucapan selamat secara terbuka kepada paslon terpilih. Kendati kita harus menunggu hasil perhitungan resmi dari KPU, tetapi hasilnya tidak akan beda jauh dengan hitung cepat (Quick Count),” ujarnya.

Sebagai masyarakat Bima, Wahidin mengajak kepada seluruh elemen masyarakat agar legowo menerima hasil Pilkada dan dengan pikiran rasional pula menerima kehadiran Paslon Nomor 4 untuk memimpin Kabupaten Bima selama lima tahun ke depan.

“Jangan lagi berkelompok-kelompok dan berkotak-kotak. Lupakan perbedaan pilihan kemarin. Rajut kembali tali persaudaraan dan kembalilah beraktivitas sebagaimana biasa karena semua sudah berakhir,” himbaunya.

*Ady

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *