Pol PP Semprot PNS yang tak Tahu Aturan

Kota Bima, Kahaba.- Sikap tegas ditunjukan Anggota Pol PP Kota Bima kepada PNS yang tidak tunduk terhadap aturan. Lantaran tidak memarkir kendaraan pada tempatnya di Kantor Pemkot Bima, Kamis (11/2), PNS pemilik kendaraan pun disemprot anggota Pol PP.

Pol PP saat kempeskan Mobil PNS yang tidak tahu aturan. Foto: Deno

Pol PP saat kempeskan Mobil PNS yang tidak tahu aturan. Foto: Deno

Meski awalnya PNS terlibat cekcok dengan Pol PP, lantaran tidak terima roda kendaraanya di kempeskan oleh anggota Pol PP, akhirnya mengaku salah dan menempatkan kendaraan sesuai aturan.

Pantauan Kahaba, saat Pol PP sedang kempeskan ban mobil PNS yang diparkir di wilayah Timur kantor tersebut, beberapa PNS yang memiliki mobil keluar dan berlari menghampiri Pol PP. PNS yang tidak terima dengan sikap Pol PP kemudian terlibat cekcok.

“Kalian PNS ini yang malah tidak memberi contoh yang baik. Seharusnya kalian tahu aturan. Kalian yang buat Perda yang malah tidak tahu aturan,” semprot Pimpinan Operasi Penertiban Satuan Pamong Praja, Abdul Rahman.

Kata dia, parkir kendaraan roda empat dan roda dua sudah di atur di Wilayah Kantor Pemerintah Kota Bima. Untuk roda empat, di parkir di Lapangan sebelah barat Kantor, sedangkan yang roda dua di parkir di sebelah timur.

“Saya heran dengan ulah para pegawai di sini, padahal mereka sudah tahu kalau di jalan samping kantor ini tidak boleh dijadikan area parkir, malah mereka yang memberi contoh yang tidak baik,” kesalnya.

Padahal pihaknya sudah sering memberi teguran, tapi masih saja ditemui PNS yang sembarangan parikir kendaraan. Langkah mengempeskan ban kendaraan mereka, menjadi satu – satunya cara agar bisa patuh terhadap aturan tersebut.

“Tapi tetap saja ada sebagian PNS yang tidak patuh. Dasar PNS tidak tahu aturan,” gerutunya.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *