Sobat Muda, Stop Rayakan Hari Valentine !

Kota Bima, Kahaba.- DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Bima mengingatkan kepada seluruh generasi muda agar tidak terjebak dan ikut-ikutan budaya luar yang tidak selaras dengan nilai agama dan budaya Bima. Salah satunya adalah Hari Valentine atau yang kerap diidentikkan dengan perayaan hari kasih sayang. (Baca. MUI Kota Bima Haramkan Perayaan Valentine)

Musthofa Umar

Musthofa Umar

“Adat dan budaya kita, tidak pernah mengenal Hari Valentine, Lesbian, Gay, Bisexual dan Trans Gender (LGBT). Namun akhir-akhir ini, hal tersebut marak kita jumpai di negeri ini,” kata Wakil Ketua Bidang Revolusi Mental Spritual Pemuda KNPI Kota Bima, Musthafa Umar.

Menurutnya, sasaran Hari Valentine, LGBT, Narkotika, aliran sesat seperti Gafatar dan radikalisme sebagian besar kaum muda, pelajar dan mahasiswa. Padahal, agama apapun di Indonesia dan budaya kita tidak pernah mengajarkan Hari Kasih Sayang.

“Karena kasih sayang tidak perlu sebuah pengakuan. Namun aplikasi dalam hidup kepada manusia, alam dan makhluk lain. Tentu dalam keadaan normal, sesuai norma yang berlaku, tidak berlebihan,” jelas Musthafa dalam keterangan persnya, kemarin.

Begitu pulan dengan LGBT, Radikalisme dan Aliran Sesat juga tidak pernah diajarkan oleh pejuang-pejuang kita maupun oleh mereka yang susah payah mendirikan bangsa ini. Narkoba apa lagi, hal yang sangat merusak tatanan hidup dan kehidupan manusia.

Jadi melakukan itu semua lanjutnya, berarti memberi peluang dan turut andil atas penghancuran negara ini pelan-pelan. Serta menghancurkan keutuhan Negara Kesatuan kita, Bhineka Tunggal Ika, Pancasila dan UUD 1945.

Kepada Orangtua Ia berharap, agar mengawasi pergaulan putra putri mereka. Tentu sebagai orang tua, tidak ingin dibilang ‘buah jatuh, tidak jauh dari pohonnya’. Jika Pepaya yang ditanam, maka Pepayalah yang tumbuh dan berbuah, tidak mungkin Jeruk.

Artinya peran orangtua, sebagai ‘bibit’ sangat diharapkan bisa menghasilkan ‘buah’ anak-anak sesuai dengan bibitnya. Demikian halnya dengan Sekolah, Kampus, Pondok Pesantren, RW, RT, Lurah, Kepala Desa, Camat sampai Pemerintahan tertinggi Bupati, Walikota, Gubernur dan Presiden.

KNPI juga berharap kepada Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) yang ada, Lembaga Kampus, OSIS, Karang Taruna dan komunitas lain yang ada, agar bisa menjadi contoh pemuda-pemuda yang lain.

“Kita bersama adalah aset bangsa, maka wajib hukumnya untuk menjaga keutuhan bangsa ini. Keutuhan dari penjajahan ‘adat dan tradisi’ yang ketimuran, sopan, santun, dan keramah-tamahannya,” terangnya.

*Ady

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *