Sambut UN 2016, SMPN 6 Gelar Dzikir dan Do’a

Kota Bima, Kahaba.- Dalam rangka mempersiapkan siswa kelas Sembilan (IX) jelang pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tahun pelajaran 2015/2016, SMPN 6 Kota Bima menggelar kegiatan dzikir dan doa bersama, di Musholla sekolah setempat, Minggu (14/2).

Dzikir dan Doa di SMPN 6 Kota Bima. Foto: Eric

Dzikir dan Doa di SMPN 6 Kota Bima. Foto: Eric

Ketua panitia acara, Abdul Majid menjelaskan, kegiatan dzikir dan doa bersama bertujuan untuk mendoakan semua siswa kelas kelas Sembilan (IX) yang akan menghadapi UN April mendatang. Tentu melalui kegiatan tersebut, diharapkan dapat memberikan ketenangan jiwa, kesehatan dan mendapatkan kemudahan dalam mengikuti UN.

Selain itu, melalui acara tersebut siswa juga diajarkan tentang agama, sehingga karakter siswa dapat terbentuk dengan baik. Karena melalui pemberian ilmu agama disertai praktek, maka akan membentuk siswa yang mandiri dan jujur.

“Dengan memanjatkan do’a kepada Allah SWT, peserta didik akan merasa tenang dalam berpikir. Dan Insha Allah semua beban pikiran akan hilang, sehingga pada saat ujian mereka sudah siap,” ujarnya.

Sementara itu kepala SMPN 6 Kota Bima Hj. Nurma menjelaskan, kegiatan dzikir dan do’a merupakan kali ketiga diadakan menjelang UN yang dimulai saat menjabat tahun 2013 lalu. Dengan membiasakan siswa untuk berdzikir dan do’a, maka dapat membentuk karakter siswa tangguh dan Islami.

Nurma mengungkapkan, dzikir dan do’a pula merupakan kegiatan rutinitas siswa saat jam pertama pelajaran. Tujuannya, agar pelajar membiasakan diri memulai segala sesuatu kegiatan didahulukan dengan do’a.

Disamping itu, siswa juga menerima materi dan dilatih agar memiliki jiwa sosial kepada sesama manusia, sehingga dapat saling membantu.

“Melalui kegiatan ini para siswa ditumbuhkan rasa cinta pada Allah SWT, Rasul dan terhadap sesama, sehingga mereka memiliki kepekaan yang baik,” pungkasnya.

Ditambahkannya, kegiatan tersebut juga untuk mengalihkan perayaan valentine yang saat ini banyak digemari remaja. “Kasih sayang itu setiap hari, tidak perlu saat valentine,” tegasnya.

Pantauan Kahaba, setelah dilaksanakan dzikir dan do’a, siswa dan guru menerima ruqyah dari Ustadz.

*Eric

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *